News  

Pasir Panjang Semakin Hancur, Jumlah Ponton Sudah Mencapai Ratusan, Warga Menanti Janji Polisi

MediaBbc.co.id,. Bangka Barat – Aktivitas pertambangan timah tanpa izin (PETI) dengan menggunakan ponton semakin marak di wilayah laut Pasir Panjang, Desa Ketap Kecamatan Jebus semakin marak.

Maraknya aktivitas ilegal yang tentu saja mengakibatkan kerusakan pada lingkungan di daerah yang sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata ini, dinilai karena tidak seriusnya aparat penegak hukum dalam melakukan penindakan.

Salah seorang warga Desa Ketap, BR mengatakan jika aktivitas penambangan ilegal tersebut hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, dan mirisnya, para oknum warga tersebut menggunakan agama sebagai tameng untuk membenarkan kegiatan tersebut.

BR juga mempertanyakan janji Kepolisian untuk menertibkan tambang ilegal disana. Sebab, sejauh ini, aktivitas tersebut masih terus berlangsung.

“Diberita abang katanya mau ditertibkan, mana buktinya, malah sebaliknya Makin ramai bang. Sudah ratusan ponton disana, kawasan pantai sudah hancur, dan tidak ada tindakan sama sekali dari pihak berwenang. Bahkan pada hari Minggu (30/6) ku dapat info sejumlah ponton baru datang masuk ke pasir panjang, lebih kurang ada belasan unit,” ujar BR. (2/7).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah nama disebut sebagai kordinator dalam aktivitas penambangan ilegal di kawasan laut Pasir Panjang, salah satunya Madon, yang disebut sebagai orang yang mengepalai warga yang bertugas mengambil cantingan timah kepada seluruh Ponton disana.

Dalam satu hari, timah yang berhasil dikumpulkan Madon dan rekan-rekannya bisa mencapai puluhan kilogram, yang jika diuangkan nominal yang didapatkan Madon dan rekan-rekannya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah perbulan.

“Disana ada ratusan ponton, jadi dalam satu hari, Madon bisa mengumpulkan timah sebanyak puluhan kilogram, jika dijual dengan harga sekarang dimana perkilogram dihargai Rp 180-200 ribu, maka abang hitung saja berapa yang Madon hasilkan dalam satu bulan. Dan abang cari tahu sendiri, berapa yang mereka sumbangkan untuk masjid,” Tandasnya.

Namun sayangnya, meski sudah berkali-kali dihubungi, Madon sama sekali tak merespon.

Pihak Kepolisian Polres Bangka Barat, melalui Kasat Polair, Iptu Yudi Lesmono sebelumnya sudah berjanji untuk menindak tegas aksi pertambangan illegal yang ada disana, Hal ini ditegaskan langsung oleh Iptu Yudi Ketika dihubungi beberapa waktu lalu, namun sayangnya hingga hari ini, puluhan ponton disana masih terus beraktivitas tanpa ada gangguan sama sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *