MediaBbc.co.id,. BEKASI – Meski hanya berbagi 100 boks nasi/air mineral botol dengan cara keliling wilayah, namun tetap saja membutuhkan waktu lama dan tenaga ekstra. Apalagi Tim Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) harus memastikan para penerima manfaat merupakan tepat sasaran. Berbeda jika mendistribusikan ke masjid – masjid atau ke rumah yayasan yatim/piatu.
PJBW pada Jumat 27 Juni 2025 ini, bertepatan memasuki pekan ke-30. Saat mendistribusikan alias berbagi keliling wilayah, hampir memakan waktu 3 jam lamanya. Memulai berbagi pukul 08.00 WIB, sedangkan kelarnya bisa pada pukul 11.00 WIB. Hal itupun harus memilih wilayah yang cukup padat, agar bisa ketemu para penerima manfaat.
Oleh karenanya, PJBW juga butuh pendamping-pendamping yang bisa membantu maupun mempermudah untuk mengatur pendistribusian. Dalam hitungan detik, kendaraan (mobil) harus berhenti berkali-kali, lantaran melihat penerima manfaat di pinggir jalan raya.
“Jadi memang lebih sering spontanitas. Saat melihat pria tua, pedagang maupun wanita pemulung bersama anak-anaknya yang layak disasar, kendaraan pun harus cepat minggir. Begitu seterusnya, dimana pun wilayah,” tegas Agus Santosa yang dipercaya sebagai Admin dan sekaligus Penanggungjawab PJBW, Jumat (27/6/2025).
Pada saat Tim PJBW di pekan ke-30 (Jumat 27 Juni) ketemu 3 anak kakak beradik, sungguh setengah miris. Kenapa? Karena Ega yang bersama kedua adiknya, Ari dan Ardi, justru ingin beristirahat di lorong pertokoan yang sedang tidak berjualan.
Namun pada bagian wajah – tangan hingga kaki mereka (ketiga anak) tersebut, justru dipenuhi cat warna brown. Warga masyarakat pun mengenalnya sebagai ‘manusia silver‘. Rupanya, mereka perlu istirahat, karena sebelumnya berjalan laki kiloan meter. Mereka hidup jadi pengamen demi mendapatkan uang.
“Setiap waktu libur, kami bertiga seperti ini. Ngamen tapi dengan dandanan sebagai manusia silver. Ya, banyak juga yang kasih uang recehan,” tutur Ega, apa adanya, saat ditemui di Perumahan Duta Harapan, Kota Bekasi. Namun begitu disodori 3 boks nasi/air mineral botol, mereka langsung menyantapnya.
Hal senada juga saat menyapa 2 orang Ojol (ojek online), Pak Tono dan Pak Herman di kawasan CBD Bekasi Kota. Tim PJBW mendapat sambutan hangat ketika menyodori 2 boks nasi/air mineral. Keduanya juga menyantapnya langsung, karena bertepatan dengan hampir pukul 11.00 WIB.
Ibu Merry dan kedua putrinya (Sarah dan Indah), juga ditemui Tim PJBW sebagai penerima manfaat. Begitu pula Ibu Nita dan putrinya yang bernama Cahaya. PMKS di Kota Bekasi yang semakin hari justru semakin banyak dan tepat sasaran jika disasar sebagai penerima manfaat.
Masih di kawasan Sumarecon, Bekasi Kota, Tim PJBW ketemu Pak Koirin dan kawan-kawan, pekerja lepas penggali kabel. Mereka tengah istirahat siang serta bercampur dengan tukang ojek online. Langsung saja didistribusikan sebanyak 10 boks nasi/air mineral.
Sebelummya pun, sebanyak 10 penggali kubur di TPU BOS Kebalen, Babelan, Bekasi yang dikoordinatori oleh Bang Namat, juga tetap rutin disasar oleh Tim PJBW. Mereka, lagi-lagi meminta sekali-kali dikasih Sembako atau amplop berisi uang yang bisa bantu-bantu untuk belanja keperluan masak istrinya di rumah.
Ketika menyambangi kawasan Stasiun Bekasi Kota, Tim PJBW juga menyasar mulai dari pemulung, tukang becak serta penjaga tempat penitipan motor. Ada 10 penerima manfaat silih berganti berdatangan, karena memang sangat pas atau tepat sasaran untuk mendapat nasi boks/air mineral.
Sepanjang perjalanan keliling wilayah Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, Tim PJBW banyak menemui puluhan para penerima manfaat. Mereka memang sudah menjadi wilayah pemetaan, karena dinilai tepat sasaran. Seperti tukang permak celana levis di Perumahan Duta Harapan, Kota Bekasi.
Rencananya mulai pekan depan atau pekan ke-31, Tim PJBW bakal kembali mendistribusikan ke masjid -masjid dan rumah panti/yayasan. Hal itu karena dinilai juga sangat tepat sasaran. Apalagi, selama ini sudah terjalin hubungan baik antara Tim PJBW dengan para pengurus masjid – masjid yang ada di wilayah Bekasi.
(Red)













