News  

Skandal Aturan di Cabor Angkat Besi Porprov Sumsel: Dugaan Manipulasi Perhitungan Medali, KONI Diminta Tegas

MEDIABBC.co.id, Palembang –

Dunia olahraga Sumatera Selatan kembali diguncang isu serius. Cabang olahraga (cabor) angkat besi diduga melakukan pelanggaran berat terhadap regulasi resmi perhitungan medali, yang berpotensi mencoreng marwah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumsel.

Praktik yang disebut sebagai bentuk “eksploitasi terhadap atlet anak-anak demi ambisi dan keserakahan” ini terungkap setelah sejumlah pihak menyoroti adanya upaya manipulasi sistem penilaian.

Dalam aturan resmi angkat besi, perolehan medali ditentukan berdasarkan total angkatan (snatch + clean & jerk). Artinya, medali hanya dihitung dari hasil gabungan dua angkatan tersebut — bukan dari masing-masing angkatan secara terpisah.

Namun, oknum Technical Delegate (TD) dan pengurus cabor diduga bersikeras menerapkan sistem perhitungan terpisah untuk setiap jenis angkatan, sehingga membuka peluang penggelembungan jumlah medali.

Lebih parah, menurut sumber internal KONI Sumsel, oknum tersebut bahkan menekan dan mengancam akan melapor ke KONI Pusat serta PB PABSI (BAORI) agar aturan “nyeleneh” itu diakui.

“Ini bentuk pembodohan publik bagi masyarakat yang awam terhadap olahraga angkat besi,” ujar M. Sanusi, SH, MH, MM, tokoh olahraga Sumsel, Sabtu (25/10/2025).

“Tindakan seperti ini mencederai nilai-nilai sportivitas dan mengulang skandal memalukan pada Porprov Prabumulih 2019,” lanjutnya.

Pada Porprov 2019 lalu, terjadi kasus serupa di mana jumlah nomor pertandingan di cabor tertentu “digelembungkan” dari 12 menjadi 68 nomor, sebelum akhirnya dibatalkan dan dikembalikan sesuai pedoman resmi oleh KONI Sumsel.

Sanusi menilai, langkah tegas KONI Sumsel kali ini sangat tepat sebagai bentuk penjagaan integritas olahraga daerah. Ia bahkan mendesak agar cabor angkat besi dicoret dari perhitungan medali Porprov XV, serta tidak diikutsertakan pada Porprov berikutnya sebagai sanksi moral bagi pengurus yang diduga bermain curang.

“KONI Sumsel harus berdiri di atas regulasi dan semangat sportivitas. Ini peringatan keras bagi seluruh cabor agar tidak melakukan praktik kotor demi kepentingan pribadi,” tegasnya.

Kasus ini kini tengah mendapat perhatian luas dari masyarakat olahraga Sumsel. Banyak pihak berharap KONI Sumsel bertindak cepat dan transparan, agar Porprov XV benar-benar menjadi ajang pembinaan prestasi — bukan ajang manipulasi.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *