News  

Sumsel Deklarasikan Diri sebagai Kekuatan Baru Savate Nasional: Tiga Pengurus Daerah Resmi Dilantik

MEDIA BBC.co.id, PALEMBANG – Sumatera Selatan resmi mendeklarasikan diri sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga savate di Indonesia. Hal itu ditegaskan lewat pelantikan serentak pengurus cabang Savate Palembang, Muara Enim, dan OKU Selatan periode 2025–2029 yang digelar di Griya Agung Palembang, Sabtu (06/11/2025).

Pelantikan tiga kepengurusan sekaligus ini menjadi sinyal kuat bahwa Sumsel bergerak agresif membangun ekosistem savate—sebuah olahraga bela diri kaki-tangan asal Prancis, yang kini tengah berkembang pesat secara nasional.

Mengusung tema Disiplin dan Kerja Keras, Raih Prestasi Sumsel Maju Terus untuk Semua”, acara berlangsung penuh energi di tengah komitmen pemerintah daerah dan federasi untuk menjadikan Sumsel sebagai lumbung atlet savate Indonesia.

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Sumsel, Zulkarnain, SE., MM., menegaskan dukungan penuh Pemprov Sumsel terhadap pembinaan savate.

“Savate bukan hanya olahraga bela diri, tetapi sarana pendidikan, pembentukan karakter, dan wadah prestasi bagi generasi muda. Pemprov siap bersinergi dengan KONI untuk memperkuat pembinaannya di seluruh daerah,” ujarnya.

Dukungan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah daerah melihat savate sebagai cabang strategis yang dapat mencetak prestasi sekaligus menguatkan kultur olahraga Sumsel.

Ketua Umum Savate Indonesia, Ir. Eko Puji Raharjo, secara khusus mengapresiasi kesiapan Sumsel yang dinilai melampaui ekspektasi.

“Kami bangga melihat Sumsel sangat serius. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi titik start untuk menyiapkan atlet menuju level nasional dan internasional,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa savate pernah dipertandingkan di Olimpiade Paris 1924, sehingga peluang untuk kembali masuk kancah multi-event dunia masih terbuka. Karena itu, Sumsel diminta berambisi menjadi pemasok atlet nasional.

Ketua Umum Federasi Savate Sumsel, Dr. Amiruddin Sandy, menegaskan bahwa Sumsel tidak ingin sekedar membentuk kepengurusan, tetapi langsung bergerak dengan program konkret.

Rangkaian acara pada 6–7 Desember meliputi:

  • Pelantikan pengurus
  • Seminar Wasit dan Juri di Hotel Opa
  • Peserta dari 5 provinsi: Sumsel, Jambi, Lampung, Kepri, dan Kaltim
  • Total 59 peserta dari 10 kabupaten/kota se-Sumsel

“Setelah ini, atlet-atlet terpilih akan menjalani training camp dua bulan di Pantas Bandung. Kami juga segera mengajukan dukungan resmi ke KONI Sumsel,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi indikasi bahwa Sumsel ingin mempercepat pembinaan lewat kurikulum pelatihan terstruktur.

Ketua Umum Savate Kota Palembang, Dr (C). H. Aan Rizalni Kurniawan, menegaskan bahwa Palembang langsung tancap gas.

“Usai pelantikan, kami langsung menggelar pelatihan wasit–juri dan mulai merekrut atlet baru. Savate juga akan diperkenalkan ke sekolah-sekolah,” jelasnya.

Pendekatan ini memperlihatkan strategi akar rumput: membangun minat dan basis atlet sejak dini.

Ketua KONI Palembang, H. Anton Nurdin, menyebut hadirnya savate sebagai peluang besar menambah cabang andalan kota.

“Kami berharap Savate mampu melahirkan atlet-atlet terbaik dan mengharumkan nama Palembang di berbagai kejuaraan,” ungkapnya.

Pelantikan serentak tiga kepengurusan dan langkah cepat pembinaan menjadikan Sumsel sebagai provinsi dengan pertumbuhan savate paling agresif di Indonesia saat ini. Strategi mereka:

  • konsolidasi organisasi
  • sertifikasi SDM (wasit & juri)
  • ekspansi ke sekolah-sekolah
  • persiapan TC jangka panjang
  • sinergi aktif dengan KONI

Semua ini menjadi pondasi menjadikan Sumsel sebagai kandidat kuat “kekuatan baru savate Indonesia”, bahkan penyuplai atlet nasional untuk kejuaraan internasional.

Dengan ekosistem yang mulai terbentuk, pertanyaan besarnya kini: apakah Sumsel siap memimpin kebangkitan savate menuju pentas dunia? Waktu yang akan menjawab, dan langkah awalnya sudah dimulai dari Palembang.(H Rizal).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *