MEDIA BBC.co.id, PALEMBANG – Di tengah semakin kompleksnya tantangan penegakan hukum, jajaran Reserse Polda Sumatera Selatan menggelar doa bersama sebagai upaya memperkuat soliditas dan keteguhan mental personel. Kegiatan yang berlangsung usai salat Jumat (05/12/25) di Masjid Assaadah Mapolda Sumsel itu menjadi penanda pentingnya aspek spiritual dalam menjaga performa dan integritas aparat di lapangan.
Doa bersama ini melibatkan seluruh fungsi reserse ,mulai dari Ditreskrimsus, Ditreskrimum, Ditresnarkoba, Dit Tahti hingga Bidlabfor, sebagai rangkaian puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Reserse Polri.
Sejumlah pejabat utama reserse hadir memimpin kegiatan, di antaranya Dirkrimsus Kombes Pol Bagus Suropratomo Oktobrianto, Dirresnarkoba Kombes Pol Yulian Perdana, Kabid Labfor Kombes Pol Witdiardi, serta Wadirkrimum AKBP Indra Arya Yudha.
Kehadiran pimpinan lengkap ini menunjukkan kuatnya komitmen satu komando dalam membangun karakter personel yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki keteguhan spiritual.
Dirreskrimsus Kombes Pol Bagus Suropratomo menegaskan bahwa aktivitas religius tersebut merupakan momentum memperkokoh fondasi mental aparat reserse yang setiap hari bersinggungan dengan risiko, tekanan, dan dinamika kriminalitas yang cepat berubah.
“Doa bersama ini bukan hanya seremoni HUT. Ini adalah jeda sejenak untuk menguatkan hati dan meminta perlindungan dalam setiap langkah penegakan hukum,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas reserse bukan sekadar teknis penyelidikan, tetapi membutuhkan keikhlasan, empati, dan integritas tinggi.
Di tengah tantangan penanganan kasus yang semakin rumit mulai dari kejahatan siber, narkotika, hingga kriminalitas konvensional Kolaborasi antar-fungsi reserse menjadi salah satu prioritas Polda Sumsel.
“Kami memohon agar seluruh personel selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan kelapangan hati. Soliditas dan karakter yang kuat adalah kunci di tengah tugas yang tidak mudah,” kata Bagus menegaskan.
Rangkaian HUT ke-78 Reserse Polri di Polda Sumsel sebelumnya diawali dengan kegiatan Bhakti Sosial sebagai simbol pelayanan yang humanis. Momentum tersebut memperkuat pesan bahwa profesionalitas aparat harus selaras dengan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Polda Sumsel berharap rangkaian peringatan ini dapat menjadi titik refleksi bagi seluruh korps reserse, bahwa kekuatan spiritual dan persatuan internal menjadi pondasi menghadapi era penegakan hukum yang semakin menantang.(H Rizal).












