MEDIABBC.co.id, PALEMBANG — Sumatera Selatan mulai menunjukkan keseriusannya untuk menjadi kekuatan baru di olahraga savate nasional. Hal itu ditegaskan dengan bergulirnya 1st Savate Sumatera Selatan Championship 2025, kejuaraan daerah perdana yang digelar di GMMA (Gajah Mada Martial Arts) Palembang, Sabtu (7/12/2025).

Tidak hanya menjadi ajang tanding, Kejurda ini juga memadukan seminar pelatihan wasit–juri serta ujian praktik—sebuah langkah strategis membangun ekosistem savate Sumsel dari hulu ke hilir: atlet, pelatih, hingga perangkat pertandingan.

Ketua Umum Federasi Savate Indonesia Provinsi Sumsel, Dr. Amiruddin Sandy, menegaskan bahwa kegiatan tahun ini menjadi momentum lahirnya standar baru savate di Sumsel.
“Ini bukan sekadar Kejurda. Hari ini kita mulai menata fondasi savate Sumsel secara menyeluruh,” ujarnya.
Sebanyak 24 atlet mengikuti seleksi menuju Kejurnas, sementara 62 peserta menjalani ujian praktik seminar wasit–juri. “Secara kesiapan, kita sudah sangat siap,” tegas Amiruddin.
Pada hari pembukaan, pertandingan dimulai dengan kelas asaul, yang menjadi pembuka rangkaian kategori lainnya.

Dari sisi daerah, Ketua Umum Federasi Savate Kota Palembang, Aan Rizalni Kurniawan, menegaskan bahwa Palembang tidak ingin sekadar ikut meramaikan.
“Kami menurunkan 16 atlet terbaik. Ini bukan hanya seleksi, tapi penentuan siapa yang siap membawa nama Sumsel di Kejurnas Bandung nanti,” ujar Aan.
Dua kategori dipertandingkan:
-
Kategori memakai pengaman
-
Kategori combat (tanpa pengaman)
Kategori combat menjadi sorotan karena tingkat risikonya tinggi. “Combat menuntut kontrol, mental, dan teknik kelas tinggi. Karena itu, tim medis harus siaga penuh,” jelas Aan.
Target Palembang tegas: emas di Kejurnas 2025.
Kejurda Savate Sumsel 2025 menjadi salah satu event savate terbesar di wilayah tersebut, dengan total peserta lebih dari 80 orang.
Namun lebih dari itu, event ini dipandang sebagai langkah konkret Sumsel membangun roadmap savate jangka panjang—mulai dari pengembangan atlet usia muda, peningkatan kualitas pelatih, hingga sertifikasi wasit–juri berlisensi.
Pertandingan berlangsung sepanjang akhir pekan, dan pemenang tiap kategori akan menjadi wakil Sumsel menuju
Dengan format baru yang lebih terstruktur, Sumatera Selatan kini mengirim sinyal kuat: Sumsel siap naik kelas di tingkat nasional.(H Rizal).












