MEDIABBC.co.id, Palembang — Pemerintah Kota Palembang kembali menggelar program Pasar Murah sebagai langkah agresif menahan laju inflasi pangan yang terus menekan daya beli warga. Gelaran bertema “Palembang Berdaya, Palembang Sejahtera” ini berlangsung di Jl. Mayor Jenderal Satibi Darwis, Lorong Karya Satu RT 23, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Selasa (09/12/2025).

Sejak pagi, lokasi pasar murah sudah dipadati warga.
Harga sembako dipatok jauh di bawah pasaran, mulai dari beras SPHP 5 kg, minyak goreng, telur, ayam potong, daging, tepung, bawang merah-putih, hingga kebutuhan pokok lainnya. Sekitar 20 UMKM dan lebih dari 40 distributor ikut berpartisipasi, menjadikan kegiatan ini salah satu intervensi pasar terbesar di Kecamatan Kertapati sepanjang tahun.

Camat Kertapati Rifandi Putra, S.STP., M.Si menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan instruksi langsung Wali Kota Palembang untuk meredam gejolak harga pangan.
“Program Bapak Wali Kota ini terbukti membantu warga dan menekan inflasi. Harga-harga di pasar lain ikut terkoreksi ketika pasar murah digelar,” ujarnya.
Untuk berbelanja, warga hanya diminta membawa KTP dan Kartu Keluarga domisili Kertapati. Pemerintah juga rutin menggelar operasi pasar mingguan—terakhir dilakukan di Pasar Sako—sebagai upaya menjaga stabilitas harga menjelang akhir tahun.
Selain harga murah, warga juga mendapatkan voucher potongan Rp10.000 dari Bank Sumsel Babel dan Bank Palembang. Satu orang hanya berhak atas satu voucher dengan syarat KTP Kertapati.
Kehadiran insentif dari perbankan membuat antrian semakin memanjang.

Lurah Karya Jaya Deo Lady Fera, ST., MM menyebut lokasi dipilih karena berada di kawasan padat penduduk, sehingga lebih tepat sasaran.
“Antusiasme bukan hanya dari RT setempat, tapi juga dari wilayah sekitar seperti Kelurahan Keramasan. Ini menunjukkan kebutuhan warga terhadap sembako murah semakin tinggi,” ujarnya.
Deo mendorong agar pasar murah digelar minimal sekali dalam tiga bulan, mengingat lonjakan harga pangan beberapa pekan terakhir semakin terasa di tingkat rumah tangga.
Pelaksanaan pasar murah ini mendapat dukungan RT, RW, dan perangkat kelurahan, memastikan kegiatan berlangsung tertib. Intervensi harga langsung di tingkat warga dinilai penting untuk menjaga kestabilan ekonomi daerah.
Langkah Pemkot Palembang ini menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya bertumpu pada kebijakan makro, tetapi juga pada program konkret yang langsung menyentuh kebutuhan dapur masyarakat.(H Rizal).












