Rebranding Wisata Pagar Alam: Air Terjun Penumpahan Tawarkan Air Alami Layak Minum dan Tiket QRIS

MEDIABBC.co.id, PAGAR ALAM Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kekayaan wisata alam unik. Air Terjun Penumpahan kini mencuri perhatian publik nasional, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena sumber airnya yang murni berasal dari mata air alami dan layak dikonsumsi langsung.

Berbeda dengan mayoritas air terjun yang berasal dari aliran sungai, Air Terjun Penumpahan mengalir dari sela-sela bebatuan pegunungan dan mengandung mineral alami. Pengelola menyebut kualitas kebersihan airnya telah diuji dengan hasil mencapai 7,8, yang menunjukkan air tersebut aman untuk diminum.

Ketua Pokdarwis Akar Kayu Pagar Alam, Dian, menjelaskan bahwa keunikan ini menjadi nilai jual utama destinasi tersebut.

“Ini bukan air sungai. Air terjun Penumpahan murni dari mata air pegunungan, keluar langsung dari bebatuan. Dengan tingkat kebersihan yang tinggi, airnya bisa diminum langsung,” ujarnya.

Menariknya, Air Terjun Penumpahan juga memiliki sejarah panjang. Dahulu, lokasi ini dikenal dengan nama Air Terjun Penyumpahan, yang digunakan masyarakat sebagai tempat sumpah bagi mereka yang dituduh melakukan kejahatan.

Seiring perkembangan zaman dan demi menghapus stigma negatif, nama tersebut kemudian diubah menjadi Penumpahan sebagai bagian dari strategi rebranding wisata.

“Nama lama memiliki kesan yang kurang baik. Sekarang kami ubah agar lebih positif dan nyaman bagi wisatawan,” jelas Dian.

Langkah ini dinilai sebagai upaya sadar masyarakat lokal dalam mengubah warisan sejarah menjadi potensi ekonomi berbasis pariwisata.

Tidak hanya mengandalkan alam dan sejarah, pengelola juga mulai menerapkan sistem pembayaran digital. Wisatawan kini bisa membayar tiket masuk menggunakan QRIS sebesar Rp10 ribu untuk dewasa, sementara anak-anak digratiskan.

Menurut Dian, hasil tiket digunakan untuk perawatan kawasan wisata dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Ini murni untuk pengelolaan dan kesejahteraan warga lokal,” tegasnya.

Promosi destinasi pun aktif dilakukan melalui media sosial, menyasar wisatawan muda dan keluarga yang mencari wisata alam sehat dan berkelanjutan.

Meski potensinya besar, pengelola berharap dukungan konkret dari pemerintah daerah, khususnya terkait perbaikan akses jalan menuju lokasi air terjun.

“Kalau infrastrukturnya memadai, wisatawan akan lebih nyaman dan kunjungan pasti meningkat,” tandas Dian.

Dengan kombinasi air terjun layak minum, sejarah unik, rebranding positif, dan sistem digital, Air Terjun Penumpahan dinilai berpotensi menjadi ikon wisata unggulan Pagar Alam sekaligus destinasi ekowisata nasional.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *