MEDIABBC.co.id, Palembang – Transformasi pembelajaran digital di sekolah menengah atas terus menjadi tantangan sekaligus kebutuhan mendesak di era pendidikan abad ke-21.
Menjawab tantangan tersebut, SMAN 18 Palembang menyelenggarakan Diseminasi Interactive Flat Panel (IFP), Rabu (14/01/2026), sebagai upaya mempercepat adaptasi guru terhadap teknologi pembelajaran interaktif.
Kegiatan yang digelar di Ruang Digital Supeno ini diikuti sekitar 40 guru dari sekolah negeri dan swasta yang tergabung dalam Rayon 17 Palembang. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Kurikulum, serta Kepala SMAN 18 Palembang H. Heru Supeno, yang secara resmi membuka acara.
Dalam sambutannya, Heru menegaskan bahwa penggunaan teknologi seperti IFP tidak lagi bersifat opsional, melainkan menjadi kebutuhan dasar dalam proses pembelajaran modern. Menurutnya, tantangan terbesar pendidikan saat ini bukan hanya ketersediaan perangkat, tetapi kemampuan guru memanfaatkannya secara pedagogis.
“Diseminasi ini bukan sekadar mengenalkan alat, tetapi meningkatkan kompetensi guru agar pembelajaran lebih inovatif, efektif, dan benar-benar berpusat pada peserta didik,” ujar Heru.
Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan literasi digital antar guru dan sekolah, sehingga diperlukan forum bersama agar pemahaman dan praktik pembelajaran digital dapat berjalan seiring.
“Pemanfaatan IFP harus dibarengi dengan perubahan cara mengajar. Guru perlu beradaptasi agar pembelajaran lebih interaktif dan sesuai karakter generasi digital,” tambahnya.
Kegiatan ini menghadirkan Eka Maryati Rahmi, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber, yang memaparkan konsep serta praktik langsung penggunaan IFP dalam pembelajaran. Peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga melakukan simulasi penggunaan IFP sebagai media interaktif di kelas.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif serta sesi berbagi pengalaman antar guru lintas sekolah. Sejumlah peserta menilai kegiatan ini penting karena memberikan gambaran konkret tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran, bukan sekadar menjadi pajangan fasilitas sekolah.
Kepala SMAN 18 Palembang menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan strategis, antara lain meningkatkan literasi digital guru, mendorong pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif, menyesuaikan metode ajar dengan karakter peserta didik masa kini, serta mendukung terwujudnya sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan nasional.
Dengan diseminasi ini, SMAN 18 Palembang berharap implementasi teknologi pembelajaran interaktif tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik di kelas.((H Rizal ).










