MEDIABBC.co.id, OKI – Meski genangan banjir di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mulai menunjukkan tren penurunan, Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan situasi belum aman. Status darurat banjir tetap diberlakukan hingga 31 Januari 2026, sementara ribuan warga masih berada dalam kondisi rentan.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI mencatat, hingga Minggu (25/1/2026) siang, air memang mulai surut di sejumlah wilayah yang sebelumnya terendam. Namun penurunan debit air dinilai belum signifikan untuk menjamin keselamatan jangka pendek, terutama di tengah ancaman hujan susulan dan cuaca ekstrem.
Sekretaris BPBD OKI, Nova Triyus Santo, menyampaikan bahwa pemantauan di sepanjang Sungai Komering dan anak sungainya menunjukkan penurunan bertahap tinggi muka air. Di wilayah Kayuagung, air sungai turun sekitar 5 sentimeter, sementara di Kelurahan Sidakersa penurunan mencapai 10 sentimeter, dan di Kedaton berkisar 5–7 sentimeter.
“Beberapa ruas jalan mulai kering, tetapi ini belum bisa menjadi dasar pencabutan status darurat,” kata Nova.
BPBD menegaskan, seluruh personel penanggulangan bencana tetap disiagakan penuh hingga akhir Januari. Pemerintah daerah memilih tidak mengambil risiko, mengingat pola hujan yang masih tidak menentu dan potensi limpasan air sungai yang dapat kembali meningkat sewaktu-waktu.
“Kami tidak ingin lengah. Warga harus tetap siaga karena hujan deras bisa terjadi kapan saja,” tegas Nova.
Banjir yang melanda OKI sebelumnya merendam ribuan rumah di sejumlah kecamatan, mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, serta akses layanan dasar. Meski air mulai surut, banyak warga masih berhadapan dengan dampak lanjutan seperti lumpur, kerusakan rumah, dan ancaman penyakit pascabanjir.
Keputusan mempertahankan status darurat ini sekaligus menjadi sinyal bahwa penurunan air tidak otomatis berarti krisis selesai. Di tengah perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin sering, penanganan banjir tidak hanya soal menunggu air surut, tetapi juga memastikan kesiapsiagaan negara hadir sebelum bencana kembali datang.(H Rizal).










