News  

Martin Chaniago Dewan Dak Jadi : Ketika Kepedulian Sosial Harus Hadir Lebih Dulu daripada Formalitas

MEDIABBC.co.id, Palembang Di sebuah rumah sederhana di Komplek Teratai Putih Km 9, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sabtu (31/1/2026), suasana haru menyelimuti kunjungan Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Bersatu Rakyat Sriwijaya (GBR). Di balik penyaluran bantuan sembako, tersimpan pesan kuat tentang empati dan tanggung jawab sosial yang diperjuangkan oleh para relawan GBR.

Salah satu sosok yang terlihat aktif mendampingi kegiatan tersebut adalah Martin Chaniago yang akrab disapa Dewan dak jadi, Ketua III GBR yang hadir mewakili Ketua I DPD GBR Sumatera Selatan. Dengan langkah sederhana dan tutur kata tenang, Martin menyapa langsung warga yang sedang sakit dan membutuhkan uluran tangan.

“Kadang yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan materi, tapi perhatian dan kehadiran,” ujar Martin di sela kunjungan.

Bagi Martin, kepedulian sosial bukan sekadar agenda organisasi, melainkan panggilan nurani. Ia menilai bahwa karakter kemanusiaan harus dibangun melalui tindakan nyata, dengan turun langsung melihat dan merasakan kondisi masyarakat.

Bantuan berupa beras dan sembako yang disalurkan mungkin tidak besar nilainya, namun kehadiran GBR membawa harapan bagi warga yang selama ini luput dari perhatian. Martin tampak mendengarkan cerita keluarga penerima bantuan, memberi semangat, dan memastikan bahwa mereka tidak merasa sendiri.

Ketua RT 26 RW 07, Nur, mengapresiasi langkah GBR dan kehadiran para pengurusnya. Menurutnya, kunjungan seperti ini memberi dampak moral yang besar bagi warga.

“Kami merasa diperhatikan. Semoga GBR terus maju dan konsisten membantu masyarakat,” ucap Nur.

Martin Chaniago berharap kegiatan seperti ini dapat mengetuk kesadaran banyak pihak. Ia mengajak pemerintah dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama hadir membantu warga yang sedang mengalami sakit dan kesulitan ekonomi.

“Jika kita bergerak bersama, beban mereka akan terasa lebih ringan,” katanya.

Melalui aksi sederhana namun penuh makna ini, GBR menegaskan bahwa nilai kemanusiaan tidak cukup hanya dibicarakan. Ia harus dihadirkan, dirasakan, dan dijalankan, seperti yang dilakukan Martin Chaniago dan rekan-rekannya di lapangan.(Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *