MEDIABBC.co.id, Palembang – Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu Sumatera Selatan (PMPB Sumsel) mulai memanaskan mesin organisasi.

Menjelang pelantikan kepengurusan pada 14 Februari 2026, PMPB Sumsel menggelar gladi kotor sebagai sinyal bahwa organisasi ini tidak sekadar siap dilantik, tetapi siap bergerak masif di tengah masyarakat.

Ketua Umum PMPB Sumsel, M Yusuf Malaya, menegaskan bahwa pelantikan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal konsolidasi kekuatan sosial PMPB di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
“Ini bukan acara seremonial. Setelah dilantik, PMPB harus langsung bekerja. Struktur, personel, dan program harus jalan. Kita tidak mau organisasi besar tapi pasif,” tegas Yusuf Malaya.Minggu,(08/02/2026).
Menurutnya, kesiapan organisasi yang telah mencapai hampir 70 persen menunjukkan bahwa PMPB Sumsel serius membangun sistem kerja yang rapi, terukur, dan menjangkau langsung masyarakat bawah.
“Target kita jelas, PMPB harus hadir sampai tingkat kecamatan. Kita ingin organisasi ini dirasakan manfaatnya, bukan hanya dikenal namanya,” ujarnya.
Yusuf Malaya juga menegaskan bahwa PMPB Sumsel akan mengambil peran strategis sebagai kekuatan pemersatu, sekaligus mitra sosial yang aktif mendukung stabilitas daerah dan kepentingan masyarakat.

Di sektor pemberdayaan sosial, Srikandi PMPB Sumsel menyatakan kesiapan hampir penuh. Ketua Srikandi, Lili Sari, menyebut kesiapan timnya telah mencapai 85 persen, baik secara personel maupun program.
“Kami tidak hanya hadir di panggung pelantikan. Fokus kami adalah kerja sosial nyata, mulai dari Jumat Berbagi, bedah rumah, sampai pendampingan UMKM,” tegas Lili Sari.
Sementara itu, Rescue PMPB Sumsel mulai disiagakan sebagai unit respons cepat. Ketua Rescue PMPB, Maruli, mengungkapkan bahwa sebanyak 57 personel telah ditempatkan di titik-titik umum, dengan kesiapan keseluruhan mencapai 80 persen.
“Rescue PMPB disiapkan untuk kondisi darurat, mulai dari kebakaran hingga layanan ambulans. Kami akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, PMI, dan instansi terkait,” jelas Maruli.

Panglima PMPB Sumsel, Mang Zai, menyampaikan pernyataan keras terkait komando dan keamanan organisasi.
“Saya tegaskan, PMPB Sumsel satu komando. Tidak ada anggota bergerak sendiri, apalagi bertindak di luar aturan. Satgas siap mengamankan pelantikan dan seluruh kegiatan organisasi,” kata Mang Zai.
Ia memastikan bahwa Satgas PMPB akan menjadi garda terdepan pengamanan internal, termasuk mengawal seluruh aktivitas Srikandi, Rescue, dan agenda besar organisasi.
“Kami tidak akan kompromi dengan oknum yang merusak nama PMPB. Siapa melanggar, kami tindak tegas,” ujarnya.
Gladi kotor ini turut dihadiri para pendiri dan jajaran inti PMPB Sumsel, di antaranya Syahrial Oesman, keluarga almarhum H. Adjis Siap, serta seluruh unsur pimpinan dan bidang strategis organisasi.
Kehadiran struktur lengkap ini mempertegas bahwa PMPB Sumsel tengah bersiap naik kelas bukan hanya sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi sebagai kekuatan sosial terorganisir yang siap berkontribusi langsung menjaga stabilitas, membantu masyarakat, dan memperkuat persatuan di Sumatera Selatan.
Pelantikan 14 Februari mendatang dipastikan bukan sekadar seremoni, melainkan titik start pergerakan besar PMPB Sumsel di lapangan.(H Rizal).










