3 Hari Tanpa Listrik, Desa Rantau Kroya Lumpuh Total: Warga Terisolasi, Tokoh Muba Desak Pemkab Bertindak Cepat

MEDIABBC.co.id – MUBA – Desa Rantau Kroya, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, mengalami kelumpuhan total setelah listrik padam selama tiga hari tanpa kejelasan. Kondisi ini membuat aktivitas warga terhenti, komunikasi terputus, dan memicu kritik keras terhadap lambannya penanganan dari pihak terkait.

Pemadaman listrik yang berlangsung sejak Rabu (1/4/2026) tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga memutus akses komunikasi warga. Hingga Sabtu malam (4/4/2026), listrik belum juga menyala.

Tokoh masyarakat sekaligus mantan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan periode 2019–2024, Marzuki, SE, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut. Ia menilai, situasi ini mencerminkan lemahnya respons cepat dari pihak terkait.

“Laporan masyarakat sudah masuk ke saya. Ada apa sebenarnya? Kenapa sampai tiga hari listrik tidak hidup? Ini membuat aktivitas lumpuh total, terutama komunikasi. Kita seperti kembali ke zaman desa tertinggal,” tegas Marzuki.

Marzuki, SE Mantan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (2019-2024)
DPRD Kabupaten Musibabyuasin (2014-2019)

Marzuki yang dikenal sebagai putra tokoh Muba almarhum A. Rifai (Kuyung Kritis), juga mendesak Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk segera turun tangan dan tidak membiarkan warga dalam kondisi terabaikan.

Di lapangan, kondisi warga disebut semakin memprihatinkan. Salah satu tokoh masyarakat, Nang Oyok, mengungkapkan bahwa warga praktis terisolasi akibat padamnya listrik.

Ketiadaan listrik membuat warga tidak dapat mengisi daya ponsel. Bahkan, jaringan komunikasi ikut lumpuh karena tower pemancar tidak berfungsi tanpa aliran listrik. Akses ke desa lain yang memiliki listrik pun cukup jauh, sehingga warga kesulitan mencari alternatif.

Nang Oyok tokoh masyarakat rantau Kroya

“Selama mati lampu ini kami bekakap (gelap gulita) dan bekabe (meraba-raba). Kalau keluar rumah suasana sunyi sekali seperti desa mati,” ungkap Nang Oyok.

Situasi tersebut membuat Desa Rantau Kroya terasa sunyi dan mencekam, seolah tidak berpenghuni.

Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret agar aliran listrik kembali normal.

“Kami meminta pemerintah segera membantu agar listrik hidup kembali. Jangan biarkan kami terus-menerus dalam kondisi lumpuh seperti ini,” tegasnya.

(Jack)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *