MEDIABBC.co.id, Palembang — Pernikahan Desta Amelia, SE dengan Ahmad Fuadi Irawan, SH (Adi BGP) yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (11/4/2026), tak sekadar menjadi momen sakral penyatuan dua insan. Lebih dari itu, acara ini menjelma sebagai ruang temu strategis para elite politik, aktivis, dan tokoh masyarakat Sumatera Selatan.
Sejumlah figur penting tampak hadir, di antaranya Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang dan Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie. Kehadiran mereka mempertegas bahwa resepsi ini memiliki dimensi sosial dan politik yang lebih luas dibandingkan hajatan pada umumnya.
Tak hanya dari kalangan pemerintahan, berbagai tokoh aktivis dan organisasi turut meramaikan acara. Nama-nama seperti Suparman Roman, Rubi Indiarta, hingga Direktur SIRA Rahmat Sandi Iqbal terlihat berbaur bersama para advokat dari Rumah Bantuan Hukum Trisula Justisia dan elemen pergerakan lainnya.
Dalam sambutannya, Cik Ujang menekankan pentingnya fondasi spiritual dalam membangun rumah tangga. Ia mendoakan pasangan pengantin agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta diberkahi keturunan yang saleh dan salehah.

Sementara itu, Rahmat Sandi Iqbal melihat momentum ini sebagai ruang konsolidasi yang bernilai strategis. “Ini bukan sekadar pesta pernikahan. Ini adalah titik temu berbagai elemen aktivis, pejabat, hingga masyarakat, yang menghadirkan energi kebersamaan yang kuat,” ujarnya.

Ketua DPC Rumah Bantuan Hukum Trisula Justisia, M Ali Ruben, SH, yang juga sahabat dekat Adi BGP, turut memberikan pandangannya. Ia menilai pernikahan ini menjadi simbol kuatnya jejaring sosial yang dibangun pengantin pria selama ini. “Adi bukan hanya sahabat, tapi juga sosok yang mampu menjembatani banyak kalangan. Kehadiran berbagai tokoh hari ini menunjukkan kepercayaan dan kedekatan yang ia bangun dengan tulus,” kata Ali Ruben.

Senada, Ketua Koalisi Aktivis Rakyat Bawah, Yan Coga Raja Sriwijaya, menilai acara ini memiliki makna lebih dalam bagi gerakan sosial di Sumsel. “Momentum seperti ini penting. Di sini kita melihat tidak ada sekat antara aktivis, pejabat, dan masyarakat. Semua duduk bersama dalam suasana yang cair. Ini energi positif bagi masa depan gerakan rakyat,” ujarnya.

Pengantin pria, Ahmad Fuadi Irawan, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara, mulai dari akad hingga resepsi. Sekitar 500 tamu undangan hadir, mencerminkan luasnya jejaring sosial kedua mempelai. “Alhamdulillah semua berjalan lancar. Kami sangat bahagia bisa berbagi momen ini dengan banyak pihak,” ucapnya.
Kemegahan acara yang berpadu dengan kehadiran tokoh lintas sektor membuat pernikahan ini terasa berbeda. Selain menjadi momentum sakral bagi kedua mempelai, acara ini juga memperkuat silaturahmi sekaligus menunjukkan soliditas jejaring sosial dan politik di Sumatera Selatan.
Di penghujung acara, Desta dan Adi menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu yang hadir, menegaskan bahwa di balik kemegahan resepsi, nilai utama yang tetap dijaga adalah kebersamaan dan doa restu.( H Rizal).













