=========================================

Masuk Usia ke-84 Tahun, Sam Bimbo Ngaku Sangat Bersyukur & Bahagia karena Masih Bisa Nyanyi

MEDIABBC.co.id – Bandung – Sosok pemusik legendaris, Sam Bimbo, sesekali masih menyita perhatian publik di Tanah Air. Apalagi jika dikaitkan dengan group musik asal Kota Kembang (Bandung-red), karena memang keberadaannya sudah ada sejak 1966 silam.

Sebagai sebuah group musik modern, Bimbo tercatat sangat kental lewat lagu-lagu puitis bertema cinta, religi, sosial hingga kritik kehidupan. Personelnya terdiri dari Sam, Acil, Jaka dan Iin Parlina yang kesemuanya punya image kuat dengan nama belakang ‘Bimbo’.

Tepatnya pada Rabu (6 Mei 2026) kemarin, Sam Bimbo yang bernama lengkap Samsudin Hardjakusumah, merayakan ulang tahunnya ke-84 secara sederhana di sebuah restoran kawasan Dago, Bandung. Bahkan dalam suasana hangat dan penuh nostalgia, ‘Kang Sam’ – begitulah sapaan akrabnya. – didampingi oleh istri tercintanya, Rubaah Samsudin.

Dalam acara tersebut, nampak turut hadir Walikota Payakumbuh dua periode yang didampingi Raja Asdi dari media Agraria Today dan Greenbluehub.id. Wajah sumringah dan masih penuh semangat, membuktikan Sam Bimbo tak mau ‘putus’ untuk tetap berkarya di dunia musik nasional.

Bahkan saat diwawancarai, Kang Sam berbicara panjang mengenai perjalanan hidupnya sebagai seniman, perkembangan musik Indonesia hingga rencana bermusik di usia senja.

“Syukur alhamdulillah, karena di usia yang sudah masuk ke-84 tahun, saya masih bisa yanyi,” ungkapnya dengan wajah penuh sumringah.

Selanjutnya, menambahkan bahwa dirinya mengaku sangat bahagia. “Karena, saya sekarang sudah berumur 84 tahun. Masih bisa nyanyi, masih bisa komunikasi dan juga belum pikun. Meski daya ingat sedikit menurun. Namun itu alami. Sebab mengikuti usia lanjut. Jadi, buat saya patut disyukuri karena bisa menjalani hidup sampai sekarang,” ungkapnya, panjang lebar.

Kang Sam pun mencoba mengenang saat di awal-awal jadi seniman pada era 1960–1970-an. Padahal, ketika masa tersebut, profesi musisi belum menjanjikan secara ekonomi.

“Sebab, dulu dunia musik itu tidak jelas royaltinya. Juga sangat tidak pasti soal bayaran dan sebenarnya berapa? Beda dengan sekarang, peluang bermusik jauh lebih terbuka,” ceritanya.

Dalam pandangan Kang Sam, generasi musisi saat ini memiliki kesempatan besar untuk berkembang, karena sistem industri musik sudah jauh lebih baik dibanding zamannya dulu.

Vakum Setelah Kepergian Acil Bimbo

Diungkapkan Kang Sam bahwa sejak wafatnya Acil Bimbo pada 1 September 2025, grup Bimbo memilih beristirahat sementara dari panggung musik. “Sedangkan lagu Bimbo mayoritasyang menyanyikan adalah Acil. Setiap bikin lagu, kami sudah tahu ini cocoknya suara siapa. Suara Acil dan saya berbeda kunci.”

Kendati demikian, Kang Sam memastikan Bimbo berencana kembali tampil sekitar Agustus mendatang dengan karya-karya baru bertema sosial. “Sekarang kami membuat lagu-lagu tematis. Misalnya soal korupsi, tapi disampaikan dengan bahasa seni yang santun.”

Lagu Kritik Sosial dan Kisah ‘Tante Sun’

Bimbo dikenal tidak hanya menghadirkan lagu cinta, tetapi juga karya bertema sosial-politik. Salah satu yang paling terkenal adalah lagu Tante Sun.

Menurut Kang Sam, lagu tersebut menggambarkan fenomena sosial kalangan elite pada masa itu.

“Orang bingung Tante Sun ini siapa. Padahal kami membuatnya umum saja, tidak bermaksud khusus ke siapa pun.”

Ia membantah kabar yang pernah beredar bahwa dirinya sempat ditangkap akibat lagu tersebut.

“Tidak ada penangkapan. Memang sempat dipanggil dan dimintai keterangan baik-baik.”

Kang Sam bahkan mengisahkan dirinya dan personel Bimbo pernah diundang tampil di Istana Negara dan bertemu langsung dengan Ibu Tien Soeharto serta Presiden Soeharto.

Kisah ‘Dilarang Masuk’ di Istana

Diam-diam ada pengalaman unik yang masih diingat Kang Sam ketika menghadiri acara kenegaraan bersama Menteri Lingkungan Hidup kala itu. Saat datang dengan pakaian resmi, mereka justru sempat ditahan petugas keamanan dan diminta duduk di bagian belakang..“Saya dan Acil sempat ngambek mau pulang,” curhatnya sambil tertawa.

Begitu acara selesai, protokol justru mengumumkan bahwa kelompok Bimbo diminta berdialog langsung dengan Presiden Soeharto. “Saya lihat muka security celingukan. Dalam hati saya bilang, baru tahu ya siapa saya,” ucapnya lagi seraya mengenang

Masih Berkarya di Musik dan Lukisan

Justru di usia senjanya saat ini, Kang Sam mengaku tetap aktif berkarya, baik di dunia musik maupun seni lukis. Ia tengah menyiapkan lima lagu baru bernuansa lebih modern dan “ngebeat” agar dekat dengan generasi muda. “Saya kepengen membuat lagu yang bertema, mendalam dan bermanfaat,” harapnya.

Di luar bidang musik, lulusan seni rupa ITB itu juga masih aktif melukis. Jika dulu banyak melukis naturalis, kini ia mulai mendalami aliran abstrak. Beberapa karya lukisnya pun terpajang di Gedung MPR RI, Kedutaan Besar Indonesia di Bangkok dan Gedung PLN Bandung.

“Saya ingin pameran lagi, kalau tidak tahun ini paling lambat tahun depan insya Allah.”

Sementara itu kesaksian sang istri,

Rubaah Samsudin, benar-benar menggambarkan Kang Sam sebagai sosok suami dan ayah yang sederhana. “Rata-rata personel Bimbo itu tidak pegang uang. Paling buat rokok dan ongkos saja. Tidak ada yang aneh-aneh.”

Rubaah juga mengaku pernah mengalami rasa cemburu di awal pernikahan, namun mendapat nasihat dari orang tuanya untuk menjaga kepercayaan kepada suami.

Kini, menurutnya, yang terpenting adalah menjalani hidup sehat dan memperbanyak ibadah. “Sekarang sehat, ibadah yang baik, persiapan pulang.”

Musik Bimbo Tetap Relevan

Sebagai penggemar, Riza Falepi menilai lagu-lagu Bimbo tetap relevan lintas zaman karena kuat dalam lirik dan pesan moral. “Liriknya puitis, indah, sarat makna dan seperti bercerita. Sampai sekarang tidak pernah bosan didengar.”

(Kelana-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *