=========================================

Modus Narkoba Makin Canggih, Naga Selatan Desak Jaringan Dibongkar dari Hulu

MEDIABBC.Co.id, PALEMBANG Peredaran narkoba terus mencari celah baru. Ketika teknologi dan pola konsumsi masyarakat berubah, modus penyamaran zat terlarang pun ikut bergerak.

Pemanfaatan perangkat rokok elektrik atau vape sebagai sarana penyamaran narkotika menjadi salah satu alarm baru yang dinilai tidak boleh diabaikan.

Di tengah perubahan modus tersebut, komunitas masyarakat Naga Selatan menyerukan perang yang lebih serius terhadap jaringan narkoba. Bukan hanya pengguna yang tertangkap, tetapi seluruh mata rantai peredaran harus dibongkar hingga ke sumbernya.

Ketua Naga Selatan, Galih Nugraha, S.Sos., menegaskan pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada penindakan terhadap orang yang berada di ujung rantai distribusi.

Menurut dia, aparat penegak hukum bersama masyarakat harus berani mengejar jaringan dari hulu hingga hilir, mulai pemasok, produsen, bandar, kurir hingga jalur distribusi.

“Modus boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi komitmen kita untuk melindungi generasi muda tidak boleh mundur satu langkah pun,” tegas Galih.

Pernyataan itu disampaikan Naga Selatan menyikapi terungkapnya dugaan peredaran pod yang mengandung etomidate di Sumatera Utara.

Pada Agustus 2026, Satresnarkoba Polrestabes Medan menggagalkan peredaran 622 pod yang diduga mengandung etomidate. Barang tersebut disebut berkaitan dengan jaringan yang diduga memasok melalui Malaysia dan Aceh.

Bagi Naga Selatan, kasus tersebut menunjukkan satu hal penting: jaringan narkoba tidak statis.

Pelaku dapat mengubah modus, memanfaatkan perangkat yang sudah akrab dengan anak muda, serta mencari jalur distribusi baru untuk menghindari pengawasan.

Karena itu, Galih meminta aparat tidak hanya berfokus pada barang bukti yang ditemukan, tetapi juga memburu pihak yang berada di belakang peredarannya.

“Kalau yang ditangkap hanya yang membawa atau menggunakan, sementara jaringan di belakangnya tetap bergerak, maka persoalannya tidak akan pernah selesai,” ujarnya.

Humas Naga Selatan, H Ferizal, menilai pemberantasan narkoba tidak mungkin hanya mengandalkan aparat penegak hukum.

Masyarakat, kata dia, memiliki peran penting untuk memutus ruang gerak jaringan narkoba sejak dari lingkungan masing-masing.

“Peredaran narkoba adalah ancaman serius yang harus kita hadapi bersama. Masyarakat jangan apatis. Kalau menemukan indikasi atau dugaan peredaran narkoba di lingkungan sekitar, segera informasikan kepada pihak yang berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.”

Ferizal mengatakan perubahan modus juga harus diikuti peningkatan kewaspadaan masyarakat.

Orang tua dan sekolah dinilai memiliki posisi strategis untuk membekali anak-anak dan remaja dengan pengetahuan mengenai bahaya narkoba, termasuk mengenali modus baru yang mungkin digunakan jaringan peredaran.

“Jangan menunggu ada korban baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai sejak dini. Edukasi, pengawasan lingkungan dan keberanian untuk melapor harus menjadi gerakan bersama,” katanya.

Naga Selatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada kesimpulan yang keliru.

Sorotan terhadap penggunaan perangkat vape dalam modus tertentu, menurut Galih, tidak berarti seluruh vape identik dengan narkoba.

Ia menegaskan fokus pemberantasan harus diarahkan kepada zat terlarang dan jaringan yang menyalahgunakannya.

“Yang kita perangi adalah narkobanya dan jaringan yang mengedarkannya. Jangan sampai masyarakat salah memahami dan menganggap semua vape adalah narkoba,” tegas Galih.

Naga Selatan mendorong aparat memperkuat pengawasan terhadap produk yang terbukti mengandung zat terlarang sekaligus menelusuri jaringan yang berada di balik distribusinya.

Bagi komunitas tersebut, membongkar jaringan jauh lebih penting daripada sekadar menghitung jumlah pelaku yang berhasil diamankan.

Galih juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas wilayah apabila jaringan narkoba bergerak melewati batas daerah.

Menurutnya, jaringan yang terorganisasi tidak bekerja dengan batas administratif. Karena itu, respons aparat juga harus mampu bergerak lebih cepat dan terkoordinasi.

“Kalau jaringannya lintas daerah, kita lawan secara lintas daerah. Kalau jaringannya lintas negara, penegakan hukumnya juga harus lintas negara. Jangan beri ruang bagi bandar untuk beradaptasi lebih cepat daripada aparat dan masyarakat,” ujarnya.

Naga Selatan memastikan sikap melawan narkoba tidak berhenti sebagai slogan.

Komunitas tersebut mendorong masyarakat untuk ikut mencegah, mengenali tanda-tanda peredaran dan melaporkan dugaan aktivitas narkoba kepada pihak berwenang.

Sebab, menurut Naga Selatan, perang terhadap narkoba tidak akan dimenangkan hanya dengan penangkapan.

Jaringan harus dibongkar. Modus harus dibaca. Masyarakat harus dilibatkan. Dan generasi muda harus dilindungi sebelum menjadi korban.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *