=========================================

Gandeng OJK, IKA-MUBA Matangkan Program Akses Modal Usaha bagi Warga Muba di Palembang

MEDIABBC.co.id – PALEMBANG — Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA-MUBA) terus mengukuhkan perannya sebagai wadah sosial yang progresif. Tidak hanya berfokus pada kegiatan silaturahmi, organisasi paguyuban ini kini tengah mematangkan grand design program pemberdayaan ekonomi strategis bagi masyarakat asal Kabupaten Musi Banyuasin yang merantau dan berdomisili di Kota Palembang.

Inisiatif utama yang sedang digodok adalah penyediaan fasilitas akses pinjaman modal usaha mikro, yang dirancang khusus untuk mendongkrak produktivitas pelaku usaha kecil dari kalangan warga Muba.

Ketua Umum IKA-MUBA, Dr. H. Apriyadi Mahmud, M.Si., menegaskan bahwa program ini lahir dari komitmen kuat organisasi untuk menghadirkan solusi nyata atas tantangan riil yang dihadapi para perantau, terutama dalam hal permodalan usaha.

“Ke depan, IKA-MUBA ingin hadir dengan program yang memberikan manfaat langsung. Salah satunya membantu warga Muba yang berdomisili dan memiliki usaha di Palembang agar mendapatkan akses permodalan yang layak,” ujar Apriyadi.

Ia menyadari bahwa keterbatasan akses pembiayaan seringkali menjadi batu sandungan bagi pelaku usaha mikro. Guna memastikan program berjalan profesional, transparan, dan tepat sasaran, IKA-MUBA membuka ruang kolaborasi luas dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kita akan menggandeng pihak-pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan, termasuk OJK. Tujuannya agar program ini tertata dengan baik, akuntabel, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Apriyadi menekankan bahwa orientasi program ini bukan sekadar menyalurkan dana pinjaman semata, melainkan membentuk ekosistem kewirausahaan yang kokoh agar para pelaku usaha mampu mandiri dan naik kelas.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Umum IKA-MUBA, Rubi Indiarta, SH., MH., menjelaskan bahwa saat ini jajaran pengurus sedang intensif merumuskan detail konsep program. Aspek krusial seperti mekanisme pengajuan, kriteria penerima, plafon pembiayaan, hingga sistem pendampingan terpadu tengah disempurnakan.

“Kita sedang menyusun konsepnya secara matang. Jangan sampai program ini hanya memberikan pinjaman, tetapi tanpa pendampingan. Kita ingin pelaku usaha yang mendapatkan fasilitas benar-benar bisa berkembang dan berkelanjutan,” ungkap Rubi.

Sasaran awal program ini ditujukan kepada warga Muba di Palembang yang memiliki usaha mikro riil dan telah melalui proses verifikasi ketat. Pendataan akurat menjadi kunci utama agar bantuan permodalan benar-benar menyasar masyarakat yang produktif dan membutuhkan.

Melalui sinergi bersama OJK, IKA-MUBA juga berharap para penerima manfaat nantinya tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga mendapat suntikan edukasi terkait literasi keuangan, manajemen bisnis, serta praktik pembiayaan yang sehat.

“Ini masih dalam tahap persiapan yang matang. Namun, kami sangat optimistis inisiatif ini akan menjadi salah satu program unggulan IKA-MUBA dalam mewujudkan kemandirian ekonomi warga di perantauan,” pungkas Rubi.

(Syaiful Jabrig)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *