=========================================

BEM SI Sumsel Geruduk Kantor Gubernur, Suarakan “Sumbagsel Gelap” dan Desak Penanganan Karhutla

MEDIABBC.co.id,. PALEMBANG — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menggeruduk Kantor Gubernur Sumsel pada Selasa, 6 Oktober 2026. Aksi demonstrasi bertajuk “Sumbagsel Gelap” ini digelar sebagai bentuk protes atas memburuknya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya terhadap kabut asap di Kota Palembang dan sekitarnya.

Redaksi

Sejak pukul 14.00 WIB, massa mahasiswa dari 15 kampus di Sumatera Selatan telah berkumpul di depan gerbang Kantor Gubernur Sumsel dengan mengenakan almamater dan membawa masker. Dalam orasinya, massa menyuarakan kekecewaan terhadap Pemerintah Provinsi Sumsel dan bahkan menyerukan agar Gubernur Sumsel Herman Deru mundur karena dinilai gagal mengatasi karhutla.

Kecewa Tak Ditemui Gubernur

Koordinator BEM SI Sumsel sekaligus Presma UPGRIP, Adrian, menegaskan bahwa aksi turun ke jalan ini murni untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang terdampak langsung oleh kabut asap.

“Kembali lagi kita berdiri, kita turun jalan. Kita di sini untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat di luar sana yang mengeluhkan apa yang mereka rasakan,” tegas Adrian dalam orasinya di depan gerbang Kantor Gubernur Sumsel.

Namun, massa dibuat kecewa lantaran Gubernur Herman Deru maupun jajaran pejabat Pemprov Sumsel tidak menemui mereka secara langsung di lokasi.

“Kami sudah prepare dari jam dua siang, tapi tidak melihat sosok yang ingin kita temui. 15 kampus hari ini kami turun, pak, tapi tidak melihat batang hidung Gubernur. Kami tidak mau diwakilkan,” ujar Adrian mengekspresikan kekecewaan massa aksi.

Ia juga menambahkan bahwa ketidakhadiran jajaran pimpinan daerah—dengan alasan sedang berada di luar daerah seperti Jakarta—membuat mahasiswa merasa aspirasinya digantung. “Kami dari seluruh mahasiswa Sumatera Selatan merasa sangat kecewa karena Gubernur tidak menemui massa hari ini,” tambahnya.

Layangkan 5 Tuntutan Utama

Dalam aksi ini, BEM SI Sumsel resmi melayangkan 5 tuntutan utama terkait penanganan karhutla di Sumatera Selatan, yaitu:

Penanganan Karhutla Terukur: Mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan langkah penanganan karhutla yang terukur dan transparan bagi publik.

Layanan Kesehatan Gratis: Menuntut perlindungan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap melalui penyediaan layanan kesehatan gratis secara merata dan posko yang layak.

Pencabutan Izin & Sanksi Perusahaan: Menuntut pencabutan izin serta sanksi berat bagi perusahaan yang terbukti membakar lahan atau lalai hingga menyebabkan karhutla.

Tindakan Tegas Pelaku Karhutla: Mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum menindak tegas seluruh pelaku karhutla tanpa tebang pilih.

Transparansi Anggaran & Bantuan: Menuntut transparansi anggaran serta kejelasan penyaluran bantuan dalam penanganan bencana karhutla.

Melalui aksi “Sumbagsel Gelap” ini, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal tuntutan mereka hingga ada langkah konkret dan sikap tegas dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

(Mukhlis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *