MEDIABBC.co.id,. Jakarta, 20 September 2026 — Australian Halal Development & Accreditation (AHDAA), lembaga sertifikasi halal yang berpusat di Brisbane, Queensland, Australia, dinobatkan sebagai penerima penghargaan Excellence in International Halal Assurance and Regulatory Recognition pada gelaran Indonesia Halal Awards 2026 yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam rangkaian The 5th Summit of Halal-20 (H20), Minggu (20/9) di Trans Hotel Jakarta. Penghargaan ini menempatkan AHDAA sebagai penerima dari klaster Internasional, mewakili kontribusi lembaga sertifikasi halal Australia dalam memperkuat jaminan halal lintas negara.
“Klaster Internasional Indonesia Halal Awards 2026 memberi ruang pengakuan bagi lembaga sertifikasi halal lintas negara yang memiliki pijakan regulasi yang jelas dan dapat diverifikasi. AHDAA menonjol karena berada di dalam dua kerangka pengakuan resmi sekaligus, yaitu BPJPH Republik Indonesia sebagai lembaga halal luar negeri yang diakui, dan Department of Agriculture, Fisheries and Forestry (DAFF) Australia sebagai Approved Islamic Organisation untuk sertifikasi halal ekspor daging merah,” ujar Fertiana Santy, S.Kep., Ns., MPPM, CM, Ph.D., Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Republik Indonesia sekaligus anggota Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (7/10).
Penghargaan diberikan setelah melalui proses penjurian berlapis oleh Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026 yang beranggotakan empat tokoh lintas kompetensi. Dewan juri terdiri dari Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., Dekan FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Guru Besar Bidang Analisis Farmasi, untuk domain halal science, obat, kosmetik, dan bahan baku; Fertiana Santy, S.Kep., Ns., MPPM, CM, Ph.D., Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Republik Indonesia, untuk domain regulator dan kemitraan halal; Drs. Arief Hidayat Thamrin, M.M., Koordinator Data Riset dan Awards Management Specialist sekaligus CEO Salutee, untuk domain riset, media, dan awards management; serta Prof. Dr. Istianingsih Sastrodiharjo, SE, SH, M.S.Ak., Guru Besar Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, untuk domain corporate governance, etika bisnis, dan kinerja organisasi.
Dalam pertimbangan penjurian, AHDAA dinilai atas pijakan regulasi ganda yang menempatkannya di dalam sistem resmi dua negara sekaligus. BPJPH mencantumkan AHDAA dalam data publik lembaga halal luar negeri (LHLN) untuk empat ruang lingkup sertifikasi, yakni pangan, minuman, obat dan farmasi, serta jasa penyembelihan, dengan masa pengakuan yang tercatat berlaku hingga 20 Februari 2028. Pencantuman di empat ruang lingkup inilah yang menjadi bukti bahwa AHDAA telah menempuh jalur pengakuan formal sebagai lembaga halal luar negeri di sistem jaminan halal Indonesia, bukan sekadar klaim sepihak.
Dewan juri juga menyoroti pengakuan AHDAA di sistem ekspor halal Pemerintah Australia. Department of Agriculture, Fisheries and Forestry (DAFF) Australia mencantumkan AHDAA sebagai Approved Islamic Organisation untuk sertifikasi halal ekspor daging merah dan produk daging merah. Pengakuan DAFF ini mencakup enam pasar ekspor spesifik, yaitu Indonesia, Arab Saudi, Singapura, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kerajaan Bahrain, serta kategori umum pasar lain yang mewajibkan sertifikat halal, tunduk pada ketentuan masing-masing pasar. Peran AHDAA di dalam kerangka ekspor halal nasional Australia inilah yang memberi lembaga tersebut fungsi operasional nyata dalam rantai pasok halal lintas benua.
Konteks bilateral antara Indonesia dan Australia turut memperkuat relevansi penghargaan ini.
Dalam catatan BPJPH per Juli 2025, kebutuhan daging halal Indonesia untuk program gizi sekolah mencapai 650.000 metrik ton per tahun, sementara pasokan daging halal dari Australia tercatat sekitar 140.000 metrik ton per tahun. Keberadaan lembaga sertifikasi halal yang kredibel seperti AHDAA menjadi penting untuk mengonversi permintaan bilateral ini menjadi perdagangan yang terpercaya dan memenuhi ketentuan.
Keterlibatan AHDAA dalam dialog standar halal global turut menjadi bagian pertimbangan. Perwakilan AHDAA, Daud Guushaa, tercatat sebagai salah satu pembicara internasional dalam panel BPJPH bertajuk Global Halal Standards: Opportunities & Challenges pada ajang Indonesia International Halal Fair (IIHF) 2025. Keterlibatan ini memperlihatkan posisi AHDAA tidak hanya sebagai pelaksana sertifikasi, melainkan juga sebagai mitra diskusi dalam dialog harmonisasi standar halal lintas negara.
Fertiana menambahkan bahwa kombinasi pengakuan regulator ganda, cakupan pasar ekspor yang spesifik, dan keterlibatan dalam dialog standar menjadi faktor pembeda yang menonjol dalam deliberasi dewan juri.
“Dewan juri memandang AHDAA sebagai contoh konkret bagaimana lembaga sertifikasi halal di negara non-mayoritas Muslim dapat membangun kredibilitas yang terukur, bukan melalui klaim universal, tetapi melalui pencantuman nyata di sistem resmi negara-negara mitra dagang. Pengakuan ini sekaligus menegaskan pentingnya saling mengakui standar antarregulator dalam membangun rantai pasok halal global, terutama menjelang penerapan penuh Wajib Halal di Indonesia pada Oktober 2026,” tambahnya.
Indonesia Halal Awards 2026 juga memberikan pengakuan kepada penerima dari delapan klaster lain, mencakup Lembaga Pemeriksa Halal, Badan Usaha Milik Negara, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal, Pendamping Proses Produk Halal, Pemerintah Daerah, Makanan Minuman dan Kosmetik, Leadership, serta Institusi Keuangan.
Tentang Australian Halal Development & Accreditation (AHDAA)
Australian Halal Development & Accreditation (AHDAA) merupakan lembaga sertifikasi halal yang berpusat di Brisbane, Queensland, Australia. AHDAA menyediakan layanan asesmen dan sertifikasi halal bagi produsen serta rantai pasok berorientasi ekspor, mencakup empat ruang lingkup sertifikasi yang diakui BPJPH, yaitu pangan, minuman, obat dan farmasi, serta jasa penyembelihan. AHDAA tercantum dalam data publik BPJPH mengenai lembaga halal luar negeri dengan masa pengakuan hingga 20 Februari 2028, serta diakui oleh Department of Agriculture, Fisheries and Forestry (DAFF) Australia sebagai Approved Islamic Organisation untuk sertifikasi halal ekspor daging merah ke Indonesia, Arab Saudi, Singapura, Uni Emirat Arab, Qatar, Kerajaan Bahrain, serta pasar lain yang mewajibkan sertifikat halal dengan tunduk pada ketentuan masing-masing pasar. Perwakilan AHDAA juga terlibat dalam dialog harmonisasi standar halal global, termasuk sebagai pembicara pada panel BPJPH di Indonesia International Halal Fair (IIHF) 2025.
(Redaksi)

=========================================












