=========================================
News  

Camat SU II Oscar Kawal Normalisasi Drainase Tangga Takat, Antisipasi Banjir Sebelum Musim Hujan

MEDIABBC.Co.id, PALEMBANG — Ancaman genangan air saat musim hujan mulai diantisipasi di wilayah Kecamatan Seberang Ulu II (SU II), Palembang. Camat SU II, Oscar, S.Sos., M.Si., turun langsung menindaklanjuti keluhan warga terkait saluran drainase yang tersumbat material bangunan di Lorong Kolam, Kelurahan Tangga Takat.

Langkah tersebut berbuah tindak lanjut. Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang melakukan normalisasi saluran air pada Jumat (9/10/2026), setelah Oscar meninjau lokasi pada 6 Oktober 2026.

Normalisasi menyasar saluran drainase yang melintasi wilayah RT 26, RT 27, RT 28, dan RT 30. Sebelumnya, aliran air di kawasan tersebut terganggu akibat tumpukan puing dari dinding saluran yang roboh.

Kondisi itu menjadi perhatian karena saluran air yang tidak berfungsi optimal berpotensi memicu genangan ketika curah hujan meningkat.

Respons cepat menjadi kunci. Oscar menilai persoalan drainase tidak boleh menunggu sampai banjir terjadi. Penanganan perlu dilakukan sejak dini, terutama ketika sejumlah saluran air mengalami penyumbatan dan berpotensi menghambat aliran air di kawasan permukiman.

“Alhamdulillah, hari ini sudah ditindaklanjuti oleh tim dari Dinas PUPR Kota Palembang, Bidang SDA. Sebelumnya, aliran air di saluran tersebut tersumbat akibat tumpukan material dari dinding saluran yang roboh,” ujar Oscar.

Ia mengapresiasi langkah Dinas PUPR Kota Palembang yang merespons laporan warga dan melakukan normalisasi di lokasi tersebut.

Menurutnya, pembenahan drainase menjadi bagian penting dari upaya mengantisipasi persoalan lingkungan, khususnya menjelang peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

“Selagi masih ada kesempatan sebelum memasuki musim hujan, kita harus mengantisipasinya dengan normalisasi saluran air. Kita khawatir jika air tidak mengalir lancar, kondisi itu dapat mengakibatkan banjir,” tegasnya.

Oscar Tekankan Kolaborasi, Bukan Sekadar Pembersihan Drainase

Bagi Oscar, penanganan drainase tidak cukup hanya mengandalkan pengerjaan teknis dari pemerintah. Dukungan aparatur kelurahan, pengurus lingkungan, dan partisipasi masyarakat juga diperlukan agar saluran yang telah dibersihkan tidak kembali tersumbat.

Dalam kegiatan tersebut, Oscar didampingi Sekretaris Lurah Tangga Takat, M. Rusdi, Ketua RW 10, M. Soleh, serta Ketua RT 26 dan RT 28.

Oscar mengapresiasi keterlibatan jajaran kelurahan, RW, dan RT dalam mendukung penanganan persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak menjadikan saluran drainase sebagai tempat pembuangan sampah maupun material sisa bangunan.

“Mari kita jaga dan rawat bersama saluran air ini. Jangan membuang sampah sembarangan karena saluran air bukan tempat pembuangan sampah,” imbaunya.

Oscar berharap kegiatan gotong royong membersihkan saluran air dapat dilakukan secara rutin. Dengan begitu, potensi penyumbatan bisa diketahui lebih awal dan segera ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Warga Apresiasi Tindak Lanjut PUPR

Sementara itu, Ketua RW 10, M. Soleh, mewakili warga di lingkungan RT 26, RT 27, dan RT 28, menyampaikan apresiasi atas normalisasi yang dilakukan Dinas PUPR Kota Palembang.

Ia mengatakan, kondisi saluran sebelumnya mengalami penyumbatan sehingga aliran air tidak berjalan optimal. Setelah dilakukan pembersihan, aliran air di saluran tersebut kembali lancar.

“Saluran air ini sebelumnya agak tersumbat. Alhamdulillah, hari ini tim dari Dinas PUPR Kota Palembang telah membersihkannya sehingga air bisa mengalir dengan lancar,” kata Soleh.

Penanganan drainase di Lorong Kolam menjadi pengingat bahwa persoalan banjir tidak hanya berkaitan dengan intensitas hujan, tetapi juga kondisi saluran air dan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Respons pemerintah terhadap laporan warga perlu dibarengi pemeliharaan berkelanjutan. Sebab, normalisasi yang dilakukan hari ini hanya akan memberikan manfaat jangka panjang apabila saluran tetap terawat dan tidak kembali dipenuhi sampah maupun material yang menghambat aliran air.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *