=========================================

Palembang Darurat Narkoba? Ratusan Personel Kepung Jaya Laksana, Empat Bilik Sabu Dihancurkan, Sembilan Orang Diciduk

MEDIABBC.Co.id, PALEMBANG — Operasi besar-besaran aparat gabungan di kawasan Jalan Jaya Laksana, Kelurahan 3–4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, membuka kembali persoalan serius penyalahgunaan narkotika di tengah permukiman warga. Ratusan personel diterjunkan, sembilan orang diamankan, sejumlah barang bukti disita, dan empat bilik yang diduga menjadi tempat mengonsumsi sabu dirobohkan paksa, Sabtu (10/10/2026).

Penggerebekan yang melibatkan Ditresnarkoba Polda Sumatera Selatan, Satresnarkoba Polrestabes Palembang, dan BNNP Sumsel itu menyasar sejumlah titik di Lorong Keramat hingga Lorong Jaya Laksana.

Operasi ini bukan sekadar penertiban bangunan. Aparat juga berupaya mengungkap aktivitas narkotika yang diduga berlangsung di kawasan tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam penyalahgunaan maupun peredaran barang terlarang itu.

Dari lokasi, petugas menyita sabu seberat 0,96 gram, alat isap, pirek, korek api, plastik klip, timbangan digital, serta sejumlah telepon genggam. Seluruh barang bukti tersebut kini menjadi bagian dari proses pemeriksaan.

Direktur Ditresnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Patar Silalahi, menegaskan penggerebekan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

Setelah informasi itu didalami, aparat gabungan bergerak menyisir kawasan yang menjadi sasaran operasi.

“Rangkaian kegiatan pagi ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya kita tertibkan. Empat bilik atau pondok yang diduga sering digunakan untuk mengonsumsi narkoba kita robohkan,” ujar Patar kepada wartawan.

Empat bilik yang menjadi sasaran pembongkaran diduga kerap digunakan sebagai tempat mengonsumsi narkotika. Setelah pembongkaran, petugas memasang garis polisi untuk membatasi akses ke lokasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah bangunan itu kembali digunakan untuk aktivitas serupa. Namun, pembongkaran fisik saja tidak cukup untuk menuntaskan persoalan apabila dugaan aktivitas narkotika di kawasan itu masih memiliki jaringan atau lokasi lain.

Karena itu, pengungkapan lebih lanjut mengenai asal barang haram tersebut dan pihak-pihak yang diduga terlibat menjadi pekerjaan penting bagi aparat.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Palembang, Kompol Faisal Manalu, mengungkapkan sembilan orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing.

Dari sembilan orang tersebut, enam di antaranya dinyatakan positif berdasarkan hasil tes urine awal.

Meski demikian, hasil tes urine positif tidak serta-merta membuktikan seseorang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika. Penentuan status hukum dan peran masing-masing tetap harus didasarkan pada hasil pemeriksaan serta alat bukti yang sah.

“Kami masih mendalami peran masing-masing, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam peredaran narkoba,” kata Faisal.

Penyidik juga memeriksa barang-barang yang disita, termasuk timbangan digital, plastik klip, telepon genggam, dan sabu yang ditemukan di lokasi.

Keberadaan barang-barang tersebut menjadi bagian dari materi penyelidikan. Namun, keterkaitannya dengan dugaan peredaran narkotika masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Sembilan orang beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke BNNP Sumsel untuk menjalani proses pemeriksaan.

Penggerebekan berlangsung di kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang relatif sempit. Rumah-rumah berdiri berdekatan, sementara sejumlah lorong hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.

Kondisi geografis tersebut membuat penyisiran tidak mudah. Letak permukiman yang berada di bantaran Sungai Musi juga menambah tantangan bagi petugas.

Saat operasi berlangsung, muncul dugaan sejumlah orang melarikan diri dengan menceburkan diri ke sungai. Dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut mengenai identitas dan keterkaitan orang-orang yang dimaksud dengan aktivitas di lokasi penggerebekan.

Meski menghadapi kendala, aparat tetap melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

Operasi yang disaksikan ratusan warga itu sekaligus memperlihatkan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat mengenai dugaan aktivitas narkotika di lingkungan tempat tinggal mereka.

Penggerebekan di Jaya Laksana kini menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab melalui proses penyelidikan.

Dari mana sabu yang ditemukan berasal? Siapa yang bertanggung jawab atas barang bukti tersebut? Apakah aktivitas di lokasi hanya berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika atau terdapat indikasi peredaran yang lebih luas?

Pertanyaan-pertanyaan itu penting agar penindakan tidak berhenti pada pengamanan sejumlah orang dan pembongkaran empat bilik.

Jika penyelidikan menemukan bukti adanya jaringan peredaran narkotika, aparat perlu menelusuri pihak-pihak yang terlibat sesuai ketentuan hukum. Sebaliknya, setiap orang yang diamankan juga harus diproses berdasarkan peran dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pemberantasan narkoba tidak cukup diukur dari banyaknya personel yang dikerahkan atau bangunan yang dirobohkan. Hasil akhirnya harus terlihat dari terungkapnya perkara secara tuntas, terbuktinya peran pihak yang bertanggung jawab, dan berkurangnya ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Kini, tindak lanjut Polda Sumsel, Polrestabes Palembang, dan BNNP Sumsel menjadi sorotan. Masyarakat menunggu apakah penggerebekan tersebut akan membuka perkara yang lebih luas atau hanya berakhir pada penindakan di lokasi.

Empat bilik telah dirobohkan. Sembilan orang telah diamankan. Namun, pekerjaan aparat belum selesai selama asal narkotika dan dugaan keterlibatan pihak lain masih belum terungkap.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *