MEDIABBC.co.id, Palembang–
Polemik antara sejumlah cabang olahraga (cabor) angkat besi sum sel di Sumatera Selatan dengan KONI Sumsel terus bergulir. Menyikapi konferensi pers dan dukungan yang dilontarkan sejumlah pengurus cabor terhadap protes tersebut, Sekretaris Jenderal ISSI Kota Palembang sekaligus aktivis olahraga Sumsel, M. Sanusi, SH, MH, menilai langkah itu hanya sebatas “bual-bualan” belaka.
Menurut Sanusi, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) merupakan agenda resmi yang sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab KONI Sumatera Selatan. Karena itu, semua peraturan, ketentuan, dan landasan pelaksanaannya ditetapkan oleh KONI Sumsel bersama panitia besar Porprov 2025 di Musi Banyuasin (Muba).
“Kalau ada cabor yang tidak setuju atau ingin memprotes kebijakan KONI Sumsel, silakan buat kejuaraan sendiri saja. Jangan membawa nama Porprov yang jelas-jelas agenda resmi KONI,” tegas Sanusi, Jumat (24/10/2025).
Sanusi juga menyoroti sikap sejumlah pengurus cabor yang dinilai terlalu mencari keuntungan sepihak dan tidak menghormati aturan main. Ia meminta agar KONI Sumsel bersikap tegas dan tidak ragu menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang menimbulkan kegaduhan.
“Kami sebagai penggiat olahraga mendukung penuh langkah tegas KONI Sumsel. Kalau perlu, cabor angkat besi tidak diikutsertakan pada Porprov mendatang sebagai bentuk sanksi dan pembelajaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, dugaan ketidakfairan dan ketidaktransparanan perolehan medali pada ajang Porprov 2025 di Muba harus menjadi evaluasi serius agar tidak terulang. Bahkan, Sanusi mendukung penuh apabila KONI Sumsel mempertimbangkan penghapusan medali angkat besi pada Porprov tahun ini, jika terbukti ada pelanggaran.
“Porprov adalah milik KONI Sumsel. Semua peserta wajib tunduk pada aturan yang telah disahkan. Kalau ada yang merasa punya kewenangan sendiri, itu sudah salah besar,” pungkasnya.
Sanusi menegaskan, pihaknya bersama para aktivis olahraga di Sumatera Selatan mendukung KONI Sumsel untuk tetap “tegak lurus”, konsisten menegakkan aturan, dan tidak terpengaruh tekanan dari pihak mana pun dalam menyikapi kisruh Porprov 2025 di Muba dan kami juga akan memberikan bantuan hukum untuk.koni sum sel bila ada gugatan dari pihak yg tidak setuju ke bijakan koni sum sel.(H Rizal).












