“Bukan Sekadar Kafe, Puyang Kopitiam Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Palembang”

oplus_0

MEDIABBC.co.id,Palembang — Pembukaan Kafe Puyang Kopitiam di Komplek Taman Mandiri, Hotel Arista Palembang, Selasa (25/11/2025), tak hanya menambah pilihan tempat nongkrong baru di ibu kota Sumsel. Lebih dari itu, kehadiran kafe ini menyoroti satu fenomena menarik: semakin banyak figur publik daerah yang terjun langsung membangun dan memperkuat sektor ekonomi kreatif.

 

Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, SP, menjadi salah satu pejabat yang tampil mendukung penuh lahirnya usaha kuliner baru tersebut. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen bahwa pemda kini melihat sektor kuliner sebagai instrumen pembangunan ekonomi yang konkret.

“Restoran dan kafe punya kontribusi signifikan, baik untuk perekonomian, sosial, maupun budaya. Sektor kuliner adalah penopang utama ekonomi kreatif Indonesia,” tegas Netta.

Pernyataan ini menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah daerah: bahwa sektor kuliner bukan sektor pinggiran, tetapi titik tumbuh ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja lebih cepat dibanding sektor lain.

Di tengah keterbatasan peluang kerja dan tantangan pascapandemi, berkembangnya kafe seperti Puyang Kopitiam memperlihatkan bagaimana usaha kecil dan menengah bisa menjadi solusi langsung bagi ekonomi lokal.

Pemilik kafe, Hj. Imelda Indy, S.E, menjelaskan bahwa bisnis ini dibangun bukan semata untuk profit, tetapi juga untuk membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Palembang.

“Ini adalah cita-cita kami sejak lama. Kami ingin memberi dampak nyata, terutama bagi warga Sumsel,” ungkap Imelda, yang didampingi suaminya H. Nopianto, S.Sos., MM.

Dengan konsep kopitiam modern yang memadukan nuansa nostalgia dengan kenyamanan masa kini, Puyang Kopitiam menargetkan menjadi titik pertemuan baru bagi profesional, keluarga, hingga wisatawan.

Kehadiran Puyang Kopitiam juga mencerminkan tren gaya hidup baru masyarakat urban Palembang yang semakin mencari ruang berkumpul yang nyaman, bernuansa lokal, dan memiliki karakter kuat.

Tak hanya sekadar menyajikan kopi dan makanan, kafe ini membawa warna baru pada peta kuliner kota yang kini semakin kompetitif. Pembukaannya menjadi sinyal bahwa Palembang sedang bergerak menuju kota kreatif berbasis kuliner, dengan semakin banyak brand lokal tumbuh dan menantang pemain besar.

 

Peresmian yang berlangsung meriah itu menjadi simbol optimisme baru bagi pelaku usaha di Sumsel. Di tengah persaingan ketat dan dinamika ekonomi, munculnya brand lokal seperti Puyang Kopitiam menunjukkan bahwa semangat berinovasi tidak pernah padam.

Dengan dukungan pejabat daerah serta antusiasme masyarakat, Puyang Kopitiam tak hanya hadir sebagai kafe baru, tetapi juga sebagai contoh bagaimana sektor kuliner bisa menjadi motor percepatan ekonomi kreatif di wilayah Sumatera Selatan.

Kafe ini bukan sekadar tempat menikmati kopi — melainkan bagian dari gerakan lebih besar: menguatkan ekonomi daerah melalui industri kreatif berbasis kuliner.(H Rizal).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *