MEDIABBC.co.id, Palembang — Nama Harimau Sumatra Bersatu (HSB) kembali mencuat. Bukan karena kontroversi, melainkan karena tuntutan perubahan yang kini datang dari dua arah sekaligus: internal organisasi dan kepolisian.
Di tengah sorotan terhadap kiprah organisasi masyarakat, HSB justru berada di persimpangan penting bertahan dengan stigma lama atau benar-benar bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang konstruktif.
Momentum itu terlihat saat jajaran Polrestabes Palembang mendatangi langsung markas HSB. Kunjungan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tekanan halus sekaligus dukungan agar organisasi ini segera berbenah.
Kehadiran aparat kepolisian membawa pesan yang lebih dalam: era ormas dengan citra intimidatif semakin ditinggalkan. Organisasi dituntut hadir sebagai solusi, bukan sumber keresahan.
Pendekatan yang digunakan pun berubah. Polisi kini tidak hanya bertindak saat terjadi pelanggaran, tetapi aktif membangun komunikasi untuk mencegah potensi konflik sejak awal.
Langkah ini sekaligus menjadi ujian bagi HSB, apakah siap beradaptasi dengan ekspektasi baru tersebut.
Yang menarik, HSB tidak menutup mata. Pengurus secara terbuka mengakui bahwa citra negatif masih menjadi bayang-bayang organisasi.
Pernyataan ini menjadi titik krusial. Jarang sebuah ormas secara gamblang mengakui persepsi publik terhadap dirinya. Namun di sisi lain, pengakuan saja tidak cukup.
Ketua DPC HSB Kota Palembang, Soeheindra Tamzil, menegaskan bahwa perubahan bukan sekadar wacana. Penataan internal, disiplin anggota, hingga penegakan aturan organisasi disebut akan diperketat.
Bagi HSB, tantangan ke depan bukan lagi soal eksistensi, tetapi kredibilitas. Menghapus stigma “horor” membutuhkan lebih dari sekadar pernyataan dibutuhkan konsistensi tindakan di lapangan.
Di titik ini, peran kepolisian menjadi penting sebagai mitra sekaligus pengawas.
Sinergi yang dibangun membuka peluang bagi HSB untuk mengubah wajahnya di mata masyarakat. Namun jika gagal, sorotan publik justru akan semakin tajam.
Dengan nama besar yang membawa simbol kekuatan, Harimau Sumatra Bersatu kini dihadapkan pada realita baru: kekuatan sejati bukan pada citra yang menakutkan, melainkan pada kontribusi nyata bagi masyarakat.(H Rizal).













