MEDIA BBC.co.id, PALEMBANG — Langkah konsolidasi dilakukan Dewan Pimpinan Daerah Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (DPD PMPB) Sumatera Selatan. Organisasi ini resmi melakukan audiensi strategis dengan jajaran Kodam II/Sriwijaya di Markas Kodam, Jalan Jenderal Sudirman No.123 Palembang, Kamis (19/2/2026).


Pertemuan yang digelar di ruang tamu Kasdam II/SWJ itu menjadi momentum penting bagi PMPB Sumsel untuk menegaskan arah baru organisasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum M. Yusuf Malaya.
Rombongan dipimpin langsung Dewan Pendiri Syahrial Oesman, didampingi Ketua Umum M. Yusuf Malaya, Sekretaris Umum Sopan Sofian, Wakil Ketua Umum M. Rusli Halim, Koordinator Bidang Hukum Mr. Soki, serta Wakil Ketua Umum Ir. Zulkarnain. Dari pihak Kodam, Pangdam diwakili Kasdam II/SWJ Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin bersama jajaran pejabat utama.
Ketua Umum DPD PMPB Sumsel, M. Yusuf Malaya, menegaskan bahwa audiensi ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan awal dari kerja nyata dan kolaborasi konkret.
“PMPB ke depan harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sekadar nama organisasi. Kami ingin memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat. Karena itu, kami membangun sinergi dengan Kodam II/Sriwijaya untuk memperkuat dampak sosial,” tegas Yusuf.
Ia menambahkan, kepengurusan baru berkomitmen melakukan pembenahan internal dan memperkuat disiplin organisasi agar lebih profesional dan terarah.
“Kami ingin PMPB dikenal karena kerja dan pengabdiannya. Bukan isu, bukan stigma. Transformasi ini serius dan akan kami buktikan,” ujarnya lugas.
Dewan Pendiri PMPB, Syahrial Oesman, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi. Ia mengingatkan bahwa eksistensi ormas harus diukur dari kontribusinya bagi masyarakat.
“Organisasi itu tidak cukup hanya besar secara struktur. Harus besar manfaatnya. Kalau kita ingin dihargai, maka kita harus bekerja nyata. PMPB harus menjadi solusi, bukan beban,” tegas Syahrial.
Menurutnya, sinergi dengan TNI menjadi langkah strategis untuk memastikan kegiatan sosial berjalan terarah dan berdampak langsung.
Dalam audiensi tersebut, DPD PMPB Sumsel menyampaikan rencana kerja sama konkret dengan Kodam II/Sriwijaya, antara lain program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu serta pelatihan bela negara bagi anggota.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara organisasi kemasyarakatan dan institusi TNI dalam memperkuat stabilitas sosial dan semangat kebangsaan di Sumatera Selatan.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Namun lebih dari sekadar suasana, audiensi ini menjadi titik tolak pembuktian: apakah transformasi yang digaungkan PMPB benar-benar terwujud dalam aksi nyata di lapangan.
Publik kini menanti realisasinya. Sebab di era keterbukaan, komitmen tidak cukup diucapkan ia harus dijalankan.(H Rizal).












