MediaBBC.co.id |Palembang – Proyek pemeliharaan Jalan Drs. H. A. Dahlan HY di Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, yang didanai dari APBD 2025 dengan anggaran hampir Rp 1 miliar, kini jadi sorotan dan kecurigaan di tengah masyarakat.
Alih-alih menyambut gembira perbaikan infrastruktur, warga justru menyoroti sejumlah kejanggalan fatal di lapangan yang mengindikasikan minimnya transparansi dan kualitas pengerjaan.
Fakta Tender: CV Jaya Prima Menang, Anggaran Rp 1 Miliar
Pagu Anggaran: Rp 1.000.000.000,00.
Pemenang Tender: CV. Jaya Prima (Berdasarkan data LKPP per 9 November 2025).
Nilai Negosiasi: Rp 987.690.761,20.
Dinas Terkait: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang.

Proses tender oleh Dinas PUPR Palembang telah selesai dengan menetapkan CV. Jaya Prima sebagai pemenang. Namun, fakta di lapangan menunjukkan kontras yang mencolok dengan nilai proyek yang fantastis tersebut.
Kejanggalan di Lapangan:
Pengerjaan “Setengah Hati” dan Pelaksana “Misterius”
Kecurigaan masyarakat bermula dari dua isu utama: kualitas pengerjaan yang dinilai asal-asalan dan upaya penutupan informasi oleh pihak pelaksana.
1. Pengerjaan Diduga Asal-Asalan: Jalan Diaspal Separuh
2. Warga menyoroti pola pengerjaan yang tidak merata dan terkesan “setengah hati.”
“Terlihat jelas dan aneh. Hanya separuh jalan yang diaspal penuh. Selebihnya hanya dikerjakan sebelah-sebelah. Ini yang jadi sorotan di masyarakat. Kami menduga kurangnya pengawasan sehingga proyek dikerjakan asal-asalan,” ujar salah seorang warga.
Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa ada indikasi pengurangan volume atau spesifikasi proyek yang tidak sesuai kontrak.
Pelaksana Proyek “Siluman” Sulit Dihubungi
Keluhan utama lainnya adalah kesulitan warga menghubungi pihak yang bertanggung jawab. Upaya warga untuk mendapatkan detail pengerjaan, jadwal, hingga nama kontraktor, justru menemui jalan buntu.
Yang lebih mencurigakan, para pekerja di lapangan tampak bungkam dan tidak kooperatif.
Beberapa pekerja bahkan mengaku tidak mengetahui siapa persisnya pemborong atau pihak yang mempekerjakan mereka.
“Kami sangat mendukung perbaikan jalan ini, tapi kami juga ingin tahu siapa yang bertanggung jawab. Kenapa pelaksananya susah dihubungi? Kenapa pekerja-pekerja ini seperti menyembunyikan sesuatu? Kami khawatir ada yang tidak beres dengan proyek hampir Rp 1 miliar ini,” kata warga lainnya yang menolak disebutkan namanya.
Tuntutan Masyarakat: Desak PUPR Palembang Turun Tangan!
Situasi ini memicu spekulasi meluas di masyarakat bahwa ada praktik tidak transparan yang sengaja dilakukan untuk menutupi potensi penyimpangan atau korupsi.
Masyarakat Alang-Alang Lebar kini menuntut akuntabilitas dan keterbukaan penuh dari semua pihak terkait. Mereka mendesak Dinas PUPR Kota Palembang untuk:
Segera melakukan investigasi terhadap kejanggalan pengerjaan dan transparansi proyek.
Memberikan penjelasan komprehensif kepada publik mengenai kinerja dan pengawasan CV. Jaya Prima.
“Kami tidak ingin proyek ini hanya menjadi ajang bancakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami ingin proyek ini dikerjakan dengan benar, transparan, dan hasilnya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat,” tegas Jack, salah satu tokoh masyarakat setempat.
Jika dugaan ini aterbukti, proyek pemeliharaan jalan yang seharusnya menjadi solusi bagi warga justru akan menjadi sumber masalah hukum baru.
Publik berharap pihak berwenang dapat segera bertindak cepat dan tegas untuk mengungkap kebenaran di balik proyek yang penuh misteri ini. (Red)













