MEDIABBC.Co.id – BANYUASIN – Integritas Kejaksaan Negeri Banyuasin kini berada di bawah mikroskop publik. Buntut dari insiden di Dinas Pendidikan Banyuasin yang melibatkan Kasi Pidsus, publik mulai mempertanyakan skala prioritas korps adhyaksa tersebut.
Narasi OTT yang sempat dibangun di lokasi kejadian justru tampak lemah setelah video klarifikasi beredar. Dalam video tersebut, tudingan permintaan uang dibantah secara terbuka, dan bukti pemerasan pun tak ada di tempat.
Terkait hal tersebut tindakan pidsus Banyuasin ada dugaan standar ganda. Di satu sisi, jaksa tampak sangat aktif merespons insiden di Disdik, namun di sisi lain, tumpukan laporan dugaan korupsi yang lebih besar justru mangkrak tanpa tindak lanjut jelas.
“Publik menantikan keberanian yang sama untuk menuntaskan laporan masyarakat yang sudah masuk, bukan sekadar menunjukkan taring pada kasus yang diduga pesanan,” ujar salah satu sumber.kamis(26-02-26)
Informasi yang di himpun tim redaksi Kronologi Kejadian:Konfirmasi Berujung “Gerebekan”
Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat seorang anggota LSM berinisial ISL melakukan konfirmasi terkait temuan anggaran honor guru tahun 2024-2025 di SD Negeri 19 Betung.
Kepala Sekolah yang bersangkutan diduga tidak menjawab langsung, melainkan mengutus putranya berinisial RJ—yang diketahui merupakan staf di Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Banyuasin—untuk menemui ISL.
Keduanya sepakat bertemu di ruang Sekdis Pendidikan Banyuasin. Namun, RJ tidak datang sendiri. Ia membawa beberapa rekannya dari Bidang Pidsus Kejari Banyuasin, termasuk oknum berinisial GVN (diduga Kasi Pidsus), yang langsung masuk dan berteriak “OTT”.
Dugaan Skenario Penjebakan
Sumber di lapangan menyebutkan bahwa ISL diduga hendak dijebak dengan narasi penerimaan uang sebesar Rp4 juta. Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh ISL yang menegaskan bahwa kedatangannya murni untuk konfirmasi, bukan meminta uang.
“Kalau OTT itu harus ada bukti. Mereka menuduh ISL sudah menerima transferan Rp4 juta, padahal uang tersebut belum pernah ditransfer sama sekali oleh RJ,” ujar seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya.
(Redaksi)












