HSB Sumsel Perkuat Jejak Sosial: Dari Silaturahmi ke Panggung Pengaruh

MEDIABBC.co.id, Palembang — Harimau Sumatera Bersatu (HSB) Sumatera Selatan kembali menunjukkan eksistensinya di ruang publik. Bukan lewat aksi demonstrasi atau pernyataan sikap, melainkan melalui langkah yang lebih halus namun sarat makna: membangun dan merawat jejaring dengan elite daerah.

Sabtu malam (4/4/2026), jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HSB Sumsel menyambangi rumah dinas Ketua DPRD Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, kunjungan ini dipimpin langsung oleh Pembina HSB, Diky Haitami, bersama sejumlah pengurus inti lintas tingkatan organisasi.

Di atas permukaan, pertemuan berlangsung santai., tidak ada podium, tidak ada pernyataan resmi, apalagi pembahasan kebijakan, namun di balik suasana akrab tersebut, tersirat strategi organisasi dalam memperkuat posisi sosialnya di tengah masyarakat.

HSB tampak memahami bahwa pengaruh tidak selalu dibangun melalui jalur formal, kedekatan personal dengan pengambil kebijakan menjadi salah satu modal penting dalam memperluas ruang gerak organisasi.

“Kami datang sebagai sahabat, bukan membawa agenda. Ini silaturahmi biasa,” ujar Diky Haitami.

Pernyataan tersebut memang menegaskan tidak adanya kepentingan langsung. Namun, dalam konteks dinamika organisasi masyarakat, langkah seperti ini justru menjadi bagian dari konsolidasi yang lebih luas membangun kepercayaan, membuka akses komunikasi, dan menempatkan diri dalam orbit kekuasaan daerah.

Keberadaan tokoh-tokoh HSB dari berbagai lini mulai dari panglima hingga pengurus kecamatan juga menunjukkan bahwa organisasi ini tidak sekadar simbolik, HSB tengah menata kekuatan dari bawah hingga atas, memperlihatkan struktur yang aktif dan solid.

Bagi HSB, silaturahmi bukan sekadar tradisi sosial, melainkan instrumen strategis di saat banyak organisasi memilih jalur konfrontatif untuk mendapatkan perhatian, HSB justru mengambil pendekatan yang lebih cair dan adaptif.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa organisasi masyarakat tidak selalu bergerak dalam ruang gaduh, ada pendekatan sunyi yang justru berpotensi lebih efektif dalam membangun pengaruh jangka panjang.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap transparansi relasi antara ormas dan pejabat, HSB tampak memainkan perannya dengan gaya berbeda: tidak mencolok, namun terukur.

Silaturahmi ini mungkin sederhana. Namun bagi HSB, ini adalah bagian dari peta besar menguatkan eksistensi, memperluas jaringan, dan memastikan mereka tetap relevan dalam dinamika sosial-politik Sumatera Selatan.( H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *