News  

IKKA Jadi Magnet Politik Baru di Palembang, Pemkot Pasang “Sinyal” Ajak Diaspora Keban Air Hitam Masuk Barisan Pembangunan

oplus_0

MEDIABBC.co.id, Palembang – Pengukuhan pengurus Ikatan Keluarga Keban Air Hitam (IKKA) periode 2025–2030, Minggu (23/11/2025), tak sekadar seremoni ulang tahun ke-6. Di balik ramainya tamu undangan di Gedung Serbaguna Lubuk Kawah, Sukarami, acara ini memperlihatkan satu fakta penting: komunitas diaspora Keban Air Hitam telah berkembang menjadi kekuatan sosial sekaligus magnet politik baru di Kota Palembang.

Hadirnya pejabat strategis seperti SekdaKota Palembang Aprizal Hasyim, mewakili Wali Kota Ratu Dewa, serta Bupati Musi Banyuasin (Muba) M. Toha Tohir, mempertegas posisi IKKA yang semakin diperhitungkan.

Dalam sambutannya, Aprizal Hasyim menyampaikan pesan yang terbaca jelas sebagai ajakan politik pembangunan.

“Wali kota dan wakil tidak bisa mewujudkan visi dan misi tanpa bantuan semua elemen masyarakat, termasuk IKKA,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Pemkot ingin memperkuat basis dukungan masyarakat dalam menjalankan program prioritas seperti Palembang Sehat, Palembang Cerdas, Gercep, Belagak, dan Palembang Peduli program yang memerlukan legitimasi publik sekaligus tenaga sosial di lapangan.

Ketua IKKA yang baru dilantik, Rubi Indiarta, mengungkapkan bahwa sedikitnya 3.000 kepala keluarga asal Keban Air Hitam kini tinggal di Palembang. Jumlah ini bukan angka kecil jika dikaitkan dengan dinamika sosial-politik kota.

“Usia enam tahun adalah fase bagi IKKA untuk lebih aktif berkontribusi. Kami siap bersinergi dengan pemerintah kota,” ujar Rubi.

Soliditas 3.000 KK ini menjadikan IKKA salah satu organisasi paguyuban paling berpengaruh di Palembang—basis yang sering diincar dalam agenda-agenda sosial hingga kebijakan publik.

Bupati Muba, M. Toha Tohir, ikut memberikan selamat kepada pengurus baru. Kehadirannya tidak hanya simbol hubungan emosional warga Keban Air Hitam dengan daerah asal, tetapi juga memperlihatkan eratnya jaringan antardaerah yang bisa menjadi modal kolaborasi ekonomi dan sosial.

“Semoga IKKA terus solid dan memberi kontribusi nyata,” ujarnya.

Seiring pertumbuhan anggota dan meningkatnya visibilitas organisasi, IKKA berpotensi berubah dari sekadar wadah silaturahmi menjadi aktor advokasi, baik di sektor sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Beberapa pengamat lokal menyebut kebangkitan paguyuban seperti IKKA menandai fase baru dinamika masyarakat urban Palembang: komunitas diaspora bukan lagi penonton, melainkan bagian penting dalam peta pembangunan kota.

Pengukuhan pengurus IKKA tahun ini memperlihatkan bagaimana organisasi masyarakat berbasis kedaerahan semakin memainkan peran strategis. Pemerintah kota pun tampak mulai merangkul kekuatan-kekuatan sosial yang punya basis massa kuat.

Jika sinergi terbangun, IKKA berpotensi menjadi salah satu motor penting pembangunan sosial di Palembang, bahkan bisa memengaruhi arah kebijakan kota ke depan.(H Rizal).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *