MEDIABBC.co.id, Jakarta – Indonesia memasuki fase krusial sebagai tuan rumah Asia Mini football Championship 2026. Presiden International Mini football Federation (IMF), M. Al Dausari, melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada 5–6 Februari 2026 untuk memastikan secara langsung kesiapan teknis dan organisasi penyelenggaraan turnamen internasional tersebut.
Kunjungan ini menandai pengawasan langsung dari federasi dunia, sekaligus menjadi indikator penting apakah Indonesia benar-benar siap menggelar ajang mini football terbesar di Asia sesuai standar internasional IMF.
Hari pertama kunjungan difokuskan pada drawing babak penyisihan grup yang digelar di Jakarta. Proses ini bukan sekadar agenda teknis, melainkan penentuan awal arah kompetisi yang adil dan kompetitif. Drawing dihadiri pengurus Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) serta perwakilan tim-tim nasional peserta putaran final.
Presiden IMF M. Al Dausari menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam sorotan komunitas mini football Asia.
“Indonesia menunjukkan kesiapan yang sangat serius. Drawing ini adalah titik awal untuk memastikan turnamen berjalan transparan dan berkualitas. Asia Mini football Championship 2026 harus menjadi standar baru bagi kompetisi mini football di kawasan,” ujar Al Dausari.
Sementara itu, Ketua Umum KSMI, DR Ir. Yan Mulia Abidin, menyatakan bahwa kehadiran langsung Presiden IMF menjadi bentuk kepercayaan sekaligus tantangan besar bagi Indonesia.
“Ini bukan hanya soal menjadi tuan rumah, tapi soal membuktikan bahwa Indonesia mampu mengelola event internasional secara profesional. Kami siap menjawab kepercayaan IMF,” tegas Yan.
Pada hari kedua, delegasi IMF dijadwalkan melakukan inspeksi lapangan dan fasilitas utama di Jakabaring Sport City, Palembang, yang akan menjadi salah satu venue utama turnamen. Pemeriksaan mencakup kualitas lapangan, fasilitas pendukung, hingga aksesibilitas penonton.
Ketua Pelaksana Asia Minifootball Championship 2026, Agung Kurniawan, menyebutkan bahwa Palembang telah disiapkan sebagai etalase kesiapan Indonesia di mata Asia.
“Seluruh aspek teknis kami siapkan sesuai standar IMF. Inspeksi ini penting untuk memastikan tidak ada celah dalam pelaksanaan nanti,” ujarnya.
Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Selatan juga menjadi faktor penting. Sekretaris Jenderal KSMI, Daeng Supriyanto SH MH CMS, menilai ajang ini berpotensi menjadi momentum kebangkitan mini football nasional.
“Asia Mini football Championship 2026 bukan hanya event, tapi investasi jangka panjang bagi pembinaan atlet dan pengembangan olahraga mini football di Indonesia,” katanya.
Asia Mini football Championship 2026 dijadwalkan berlangsung bulan Februari 2026, dan diharapkan menjadi ajang strategis yang memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan baru minifootball Asia, sekaligus memperluas diplomasi olahraga antar negara.*** (Rizal).










