Jembatan Layang Baru di Palembang Retak Dua Bulan Usai Diresmikan, Warga Desak Audit Konstruksi

Pantauan warga menunjukkan retakan muncul di bagian ruas jalan serta kaki-kaki jembatan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait kualitas konstruksi dan aspek keselamatan pengguna jalan.

Salah satu warga Gandus, Martin yang akrab disapa Bang Martin menyebut kerusakan dini ini sebagai sinyal serius yang tidak boleh dianggap sepele.

“Ini jembatan baru diresmikan, tapi sudah retak di beberapa bagian. Kami khawatir soal mutu pengerjaannya. Jangan tunggu ada korban baru diperbaiki,” tegas Martin, Jum’at (23/01/2026).

Martin menilai, proyek yang digadang-gadang menjadi pemantik pertumbuhan kawasan Gandus justru berpotensi menjadi preseden buruk bila tidak segera ditangani secara terbuka dan profesional.

Sebagai informasi, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan layang Lettu Karim Kadir direncanakan berlangsung selama 210 hari dan ditargetkan rampung pada Desember 2025, dengan anggaran Rp7,4 miliar.

“Mudah-mudahan pembangunan jalan ini menjadi pemantik kebaikan di masa mendatang,” ujar Herman Deru saat peresmian.

Namun, munculnya retakan di fase awal proyek memunculkan pertanyaan publik: apakah pengawasan konstruksi sudah berjalan optimal, dan apakah spesifikasi teknis benar-benar dipatuhi?

Warga Gandus mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk audit kualitas konstruksi dan pertanggungjawaban pihak pelaksana proyek.

“Kami minta jangan hanya ditambal. Harus dicek total. Ini uang rakyat, dan menyangkut keselamatan banyak orang,” tutup Martin.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun dinas terkait mengenai penyebab retakan tersebut.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *