News  

Ketum ADO Sumsel Gaungkan Panic Button untuk Ojol, Siap Jadi Garda Terdepan Jaga Keamanan Jalan

MEDIABBC.co.id, Palembang Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan, Asrul Indrawan, menegaskan peran strategis ribuan pengemudi ojek online (ojol) sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di jalan raya.

Dalam Apel Ojol dan Buruh Kamtibmas bertajuk Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” di Lapangan Bumi Sriwijaya, Palembang, Minggu (8/3), Asrul menyatakan bahwa komunitas driver online siap mengambil peran lebih besar, tidak hanya sebagai pengemudi transportasi daring, tetapi juga sebagai Duta Lalu Lintas yang membantu menjaga situasi tetap kondusif di Sumatera Selatan.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri ribuan pengemudi dari berbagai platform transportasi daring.

Menurut Asrul, Sumatera Selatan saat ini menjadi salah satu daerah yang relatif kondusif dengan tingkat konflik sosial yang rendah. Ia menyebut kondisi ini harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas driver online.

“Alhamdulillah, Sumsel saat ini bisa mempertahankan status zero conflict. Tidak ada gejolak besar. Ini harus kita jaga bersama. Driver online juga punya tanggung jawab menjaga ketertiban di wilayah masing-masing,” ujar Asrul.

Panic Button untuk Situasi Darurat

Sebagai langkah konkret meningkatkan keamanan para pengemudi di jalan, ADO Sumsel bersama Kepolisian Daerah Sumatera Selatan tengah menyiapkan inovasi fitur Panic Button.

Fitur ini dirancang sebagai sistem tanggap darurat bagi driver yang menghadapi situasi berbahaya seperti pembegalan, ancaman kriminal, hingga kecelakaan saat bekerja.

“Jika driver menghadapi kondisi darurat saat mengambil order, cukup tekan Panic Button. Sistem akan langsung mengirim sinyal darurat dan lokasi terkini ke pihak kepolisian,” jelas Asrul.

Dengan sistem ini, respons aparat diharapkan bisa lebih cepat karena posisi pengemudi dapat langsung terdeteksi melalui teknologi share location.

Pembahasan teknis terkait sistem tersebut dijadwalkan akan dilakukan lebih lanjut bersama jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dalam waktu dekat.

Apel yang digelar di Lapangan Bumi Sriwijaya tersebut diikuti sekitar 3.000 pengemudi dari berbagai aplikator seperti Grab, Gojek, Maxim, dan Shopee.

Asrul juga mengingatkan para driver untuk tetap mengutamakan keselamatan, terlebih di bulan Ramadan ketika aktivitas masyarakat tetap tinggi.

“Cari nafkah itu penting, tapi keselamatan lebih utama. Kita sudah dipercaya menjadi Duta Lalu Lintas. Jadi harus memberi contoh berkendara yang tertib dan aman,” tegasnya.

Apel tersebut turut dihadiri unsur pimpinan daerah, mulai dari Gubernur Sumatera Selatan, Pangdam II/Sriwijaya hingga Wali Kota Palembang. Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan komunitas pekerja sektor informal dalam menjaga stabilitas daerah.

Bagi ADO Sumsel, kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. Asrul menegaskan, komunitas driver online siap menjadi bagian dari sistem keamanan sosial yang lebih luas di Bumi Sriwijaya.(H Rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *