
Mediabbc.co.id | Palembang — Komisi IV DPR RI melaksanakan kunjungan kerja reses masa sidang III Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Pergudangan Sukamaju, Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel-Babel), Palembang, Selasa (24/2). Kunjungan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan pengelolaan cadangan pangan nasional.
Anggota Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyampaikan apresiasi terhadap kualitas pengelolaan beras di gudang Bulog Sumsel-Babel. Menurutnya, kondisi beras yang telah disimpan hampir satu tahun tetap terjaga dengan sangat baik, menunjukkan standar perawatan yang profesional dan telaten.
“Kami melihat langsung bahwa beras yang disimpan sejak Maret tahun lalu kualitasnya masih sangat baik. Ini patut diapresiasi. Namun, ini juga menjadi pekerjaan rumah karena beras tidak bisa disimpan terlalu lama. Harus segera didistribusikan agar tidak terjadi penumpukan,” kata Alex.
Ia menekankan pentingnya langkah cepat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog untuk mempercepat distribusi beras yang mendekati masa simpan satu tahun, terlebih pada tahun ini Bulog juga mendapat penugasan menyerap hasil panen baru, baik beras maupun jagung.
“Jangan sampai gudang penuh dan kita kesulitan menampung hasil panen petani. Distribusi harus berjalan seiring dengan penyerapan,” ujarnya.

Alex juga menyinggung potensi produksi beras di Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Banyuasin, yang saat ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan produksi mencapai dua juta ton. Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan ekspor masih dihadapkan pada tingginya biaya produksi dibandingkan negara pesaing seperti Thailand, Vietnam, dan India. Sebagai langkah awal, ia mendorong pemanfaatan beras produksi dalam negeri untuk konsumsi jamaah haji Indonesia di luar negeri.
“Setidaknya warga negara Indonesia di luar negeri bisa mengonsumsi beras produksi kita sendiri, termasuk jamaah haji,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan apresiasi yang diberikan Komisi IV DPR RI.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi penguatan bagi jajaran Bulog dalam menjaga kualitas cadangan pangan nasional. Ia menjelaskan bahwa di Gudang Sukamaju terdapat sekitar 15.000 ton beras pengadaan tahun 2023, dengan 5.000 ton di antaranya telah mendekati usia satu tahun namun tetap berkualitas baik.
“Ini menunjukkan bahwa pengelolaan yang dilakukan oleh jajaran Bulog di wilayah Sumsel-Babel berjalan dengan sangat baik. Kami menjaga kualitas beras dengan standar tinggi,” kata Sudarsono.
Ia menambahkan, Bulog telah menyiapkan langkah distribusi nasional terhadap stok beras lama tersebut, yakni melalui program bantuan pangan, penjualan melalui skema SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), serta Gerakan Pangan Murah.
“Pada Februari hingga Maret ini, Bulog akan menyalurkan sekitar 660 ribu ton beras secara nasional, termasuk kepada 33 juta keluarga penerima manfaat. Ini bagian dari upaya memastikan stok lama segera tersalurkan dan gudang terisi kembali oleh hasil panen baru,” jelasnya.
Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan Perum Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus memastikan distribusi pangan berjalan efektif, efisien, dan berpihak kepada masyarakat. (R/fk)










