MEDIABBC.co.id, PALEMBANG—
Polemik terkait jumlah medali di cabang olahraga angkat besi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan 2025 terus menjadi sorotan. Di tengah protes keras dari Pengprov PABSI Sumsel, KONI Sumsel akhirnya buka suara.
Melalui Kepala Bidang Humas KONI Sumsel, Daeng Supri Yanto, SH, MH, pihaknya menegaskan tidak ada perubahan sistem penentuan pemenang dalam cabor angkat besi. Medali tetap ditentukan berdasarkan total angkatan terbaik, yakni hasil penjumlahan dari dua jenis angkatan: snatch dan clean and jerk.Jum’at,(24/10/2025).
“Tidak ada perubahan terkait sistem penentuan pemenang. Total angkatan tetap menjadi acuan utama,” tegas Daeng kepada awak media, Kamis (24/10/2025).
Daeng menambahkan, nomor pertandingan angkat besi Porprov XV Sumsel 2025 tetap mengacu pada PON XXI Aceh–Sumut 2024, baik untuk kategori putra maupun putri, dengan pembagian kelas sebagai berikut:
Putra:
55 kg, 61 kg, 67 kg, 81 kg, 89 kg, 96 kg, 102 kg, dan +109 kg
Putri:
45 kg, 49 kg, 55 kg, 59 kg, 64 kg, 71 kg, dan +87 kg
“Atlet akan bersaing mencatatkan angkatan terbaik di snatch dan clean and jerk. Total dari dua angkatan tersebut menentukan peringkat akhir dan perolehan medali,” jelasnya.
Menanggapi kebingungan soal jumlah medali, KONI Sumsel memastikan bahwa meskipun ada 57 medali (emas, perak, perunggu) yang diperebutkan dalam cabor angkat besi sesuai Technical Handbook, namun hanya 19 medali yang akan dihitung secara resmi untuk klasemen umum Porprov XV.
“Kami akui 57 medali memang diperebutkan. Tapi untuk perhitungan klasemen dan pengumuman resmi, hanya 19 medali yang diakui sesuai Surat Keputusan KONI tahun 2024 saat penetapan tuan rumah,” ujar Daeng.
Menanggapi protes dari KONI Kabupaten PALI yang tidak ikut dalam pertandingan angkat besi, Daeng menegaskan bahwa hak untuk mengajukan protes tetap diakui, selama terdapat dugaan pelanggaran atau ketidaksesuaian terhadap keputusan resmi.
“KONI PALI, sebagai salah satu peserta Porprov XV di Muba, tetap memiliki hak mengajukan protes jika merasa ada pelanggaran atau ketidaksesuaian, meskipun tidak terlibat langsung dalam pertandingan,” ujarnya tegas.
Klarifikasi ini diharapkan menjadi jawaban atas polemik yang berkembang, sekaligus mempertegas komitmen KONI Sumsel dalam menjaga integritas penyelenggaraan Porprov XV Sumatera Selatan 2025.
“Kami berkomitmen menjunjung tinggi sportivitas dan transparansi dalam setiap cabang olahraga. Semua keputusan diambil demi keadilan dan kelancaran penyelenggaraan Porprov,” tutup Daeng.(H Rizal).












