MEDIABBC.co.id, Palembang — Uji coba Car Free Night (CFN) di Jalan Kolonel Atmo, Sabtu (11/4/2026), menghadirkan satu fakta yang sulit dibantah, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia adalah penggerak utama hidupnya acara.
Di tengah ribuan warga yang memadati lokasi, aktivitas yang benar-benar mengikat perhatian publik bukan sekadar kuliner atau hiburan pasif, melainkan aktivitas yang diorkestrasi KORMI.
CFN sering kali identik dengan keramaian tanpa arah. Namun di Palembang, pola itu berubah. KORMI hadir dengan pendekatan jelas, menghidupkan ruang publik lewat olahraga masyarakat yang interaktif.
Tiga INORGA yang diturunkan menunjukkan peran konkret:
- KOSTI menghadirkan daya tarik visual melalui sepeda-sepeda klasik dan unik yang langsung menyedot kerumunan.
- ASKI menggerakkan massa lewat senam bersama, mengubah ribuan pengunjung dari pasif menjadi aktif.
- APSI memberikan tontonan atraktif dengan standar performa tinggi yang memancing perhatian luas.
Hasilnya terlihat jelas: titik aktivitas paling hidup berada di area KORMI.
KORMI tidak hanya menampilkan, tetapi mengemas olahraga menjadi pengalaman publik.
Hal ini diperkuat oleh kehadiran Persatuan Olahraga Gulat Tangan Indonesia yang membuka tantangan langsung kepada masyarakat. Interaksi ini menciptakan keterlibatan nyata, bukan sekadar tontonan.
Ketua POGTI Palembang, M. Irfan Ardiansyah, menegaskan:
“Antusiasme masyarakat tinggi. Ini bukti olahraga seperti panco bisa diterima luas jika dikemas dengan baik.”
Program CFN merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kota di bawah Wali Kota Ratu Dewa untuk menghidupkan ruang kota pada malam hari.
Namun di lapangan, keberhasilan uji coba ini memperlihatkan bahwa peran komunitas,khususnya KORMI menjadi faktor penentu.
Ketua KORMI Palembang, Zulfikar Muharrami, menyatakan:
“Kami ingin masyarakat tidak hanya datang, tapi bergerak dan merasakan manfaatnya. Itu yang kami dorong.”
Pada peluncuran resmi 18 April 2026, KORMI memastikan keterlibatan yang lebih luas, termasuk partisipasi PORTINA untuk memperkaya variasi aktivitas.
Langkah ini menunjukkan arah yang lebih jelas:
CFN tidak hanya akan menjadi ruang hiburan, tetapi platform olahraga masyarakat yang berkelanjutan.
Uji coba CFN Palembang memberi gambaran tegas tanpa penggerak yang kuat, ruang publik hanya ramai sesaat. Dengan KORMI, ruang itu menjadi hidup dan terarah.
Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Palembang akan memiliki model baru dalam pengelolaan ruang publik:
berbasis komunitas, digerakkan olahraga, dan dimiliki masyarakat.( H Rizal).













