News  

Kriminalitas Turun, Narkoba Digempur, Polda Sumsel Klaim Keamanan Kian Stabil Sepanjang 2025

oplus_1024

MEDIABBC.co.id, Palembang – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mencatat tahun 2025 sebagai periode penguatan stabilitas keamanan. Data rilis akhir tahun menunjukkan tren positif: kriminalitas umum menurun signifikan, angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas berkurang, sementara penindakan narkoba justru diperketat.

Sepanjang 2025, Polda Sumsel mencatat 11.885 kasus tindak pidana umum, turun 17,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 7.110 perkara berhasil diselesaikan. Penurunan ini dinilai mencerminkan efektivitas strategi pencegahan dan penegakan hukum yang diterapkan secara konsisten.

“Keamanan bukan hanya soal penindakan, tapi juga kehadiran negara yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi dalam rilis akhir tahun di Palembang.

Dampak nyata juga terlihat di sektor lalu lintas. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tercatat turun 107 orang dibandingkan tahun 2024. Polda Sumsel menyebut hasil tersebut berasal dari kombinasi edukasi keselamatan, patroli rutin, dan penegakan hukum berbasis data.

Berbeda dengan tren kriminalitas umum, kasus narkotika justru meningkat 15,17 persen menjadi 1.913 perkara. Namun, peningkatan ini disebut sebagai indikator agresivitas penindakan. Salah satu pengungkapan terbesar adalah penyitaan total 38,45 kilogram sabu, termasuk 24,28 kilogram yang diungkap di wilayah Banyuasin.

“Kami tidak melihat kenaikan ini sebagai kegagalan, tetapi sebagai bukti bahwa jaringan narkoba terus diburu hingga ke akar,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Tak hanya fokus pada keamanan, Polda Sumsel juga terlibat dalam agenda strategis nasional. Dalam program ketahanan pangan, panen jagung mencapai lebih dari 186 ribu ton. Sementara untuk mendukung program makan bergizi gratis, Polda Sumsel telah menyiapkan 55 satuan pelayanan gizi lengkap dengan armada distribusi.

Dari sisi internal, institusi juga melakukan pembenahan. Sebanyak 1.072 personel berprestasi menerima penghargaan, namun penegakan disiplin tetap berjalan. Jumlah pelanggaran disiplin tercatat 45 kasus, sementara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Menutup rilis akhir tahun, Kapolda Sumsel menegaskan komitmen institusinya untuk terus beradaptasi dengan tantangan zaman, termasuk pemanfaatan Smart CCTV dan inovasi sosial seperti pengembangan pupuk organik dari eceng gondok.

“Keamanan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika polisi, masyarakat, dan media berjalan searah,” ujarnya.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *