Menyemai Karakter Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Oleh : Inggar Saputra (Praktisi Pendidikan dan Kebangsaan)

Kett Foto : Inggar Saputra (Praktisi Pendidikan dan Kebangsaan)

MEDIABBC.co.id, Jakarta – Salah satu kritik mendasar dalam dunia pendidikan adalah lemahnya pendidikan karakter di kalangan peserta didik. Kurikulum berganti dan pendidikan karakter terus jadi prioritas negara, tetapi mengapa karakter siswa belum sepenuhnya berhasil dididik dengan baik. Masih sering kita menemukan mulai dari kurangnya kesopanan siswa terhadap guru, sampai masalah klasik kenakan remaja. Merebaknya tawuran, seks bebas dan budaya menyontek seringkali ditemukan di dunia pendidikan kemudian viral dengan bantuan teknologi digital.

Kondisi ini selayaknya menghentak kesadaran kita mengenai arah, masa depan dan peta jalan termasuk evaluasi dari penguatan pendidikan karakter. Sebab perubahan karakter sejatinya menjadi salah satu tujuan utama pendidikan, dalam upaya memanusiakan manusia. Bagaimana menjadi manusia seharusnya memahami karakter baik dan positif muncul dalam keseharian peserta didik. Jika hal itu belum dirasakan, pertanyaannya apa yang salah dan sisi mana yang membutuhkan evaluasi mendasarnya.

Dengan momentum pemerintahan Prabowo dan Gibran diciptakan mimpi besar membangun tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Pertama, bangun pagi sebagai bentuk disiplin diri, sebelum mengenal orang lain kenalilah dirimu sendiri. Membiasakan bangun pagi, selain baik secara mental, spiritual dan kesehatan juga menanamkan kesadaran disiplin. Bagaimanapun disiplin yang dibentuk sejak usia sekolah akan menjadi sebuah tradisi yang kelak melekat dalam memenangkan persaingan sumber daya Indonesia di masa depan.

Kedua, beribadah yang tentu sangat berkaitan dengan asupan ruhani peserta didik agar senantiasa mengingat Tuhan dalam berbagai aspek kehidupan. Membiasakan ibadah sesuai ajaran agama masing-masing sejalan pula dengan nilai Pancasila dan semangat menegakkan pasal 29 UUD 1945. Ketiga, berolahraga sebab dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Semakin sering peserta didik rutin olahraga akan melatih kemampuan fisiknya, sebab fisik yang kuat memudahkan aktivitas kehidupan dan bekal awal dalam upaya bela negara.

Keempat, makan sehat dan bergizi yang sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis sebagai prioritas dan program unggulan pemerintah. Kita percaya standar gizi yang baik akan membentuk siswa fokus dalam belajar dan semangat mencapai prestasi optimal dan maksimal. Kelima, gemar belajar, termasuk belajar yang menjadi minatnya maupun belajar yang sesuai dengan tugasnya di sekolah. Semakin cerdas peserta didik Indonesia, optimism dan harapan lahirnya generasi Emas 2045 akan terwujud sehingga membawa Indonesia lepas landas dari status negara berkembang menjadi negara maju kelak.

Keenam, bermasyarakat, sebab tak ada manusia yang hidup tanpa bersosial, sebab karakter manusia Indonesia itu kolektivitas, bukan individualisme. Hidup bermasyarakat akan melatih kesadaran peserta didik mengenai tanggung jawab sosialnya kelak. Terakhir, tidur cepat dimana sekarang zaman sudah berubah sehingga kebiasaan begadang bukan lagi sesuatu yang baik. Tidur cepat akan mendidik peserta didik bangun pagi, kemudian fokus dalam belajar sehingga tidak mengantuk di kelas.

Program tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat tentu sangat baik dan layak didukung. Pertanyaannya kemudian bagaimana peta jalan mencapai kesuksesan program tersebut, termasuk rencana aksi nyata. Sebab itu, penulis menyarankan pemerintah membuka ruang luas dalam menciptakan kolaborasi dengan banyak organisasi peduli pendidikan nasional. Mereka (organisasi peduli pendidikan) perlu diberikan insentif mengenalkan pendidikan karakter ini baik kepada peserta didik dan orang tuanya. Jika perlu negara mendidik fasilitator nasional, kemudian memberikan ruang luas kepada guru dalam menjalankan program ini sesuai kebutuhan masing-masing daerah dan dikaitkan kearifan lokal setempat.

(Kelana003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *