Minta Herman Deru Segera Turun Tangan, Suparman Roman Sebut Ratusan Siswa di Palembang Terancam Putus Sekolah

MEDIABBC.co.id – Palembang — Ratusan siswa lulusan SMP di Palembang hingga kini belum tertampung di SMA negeri. Kondisi ini membuat mereka terancam putus sekolah dan memicu desakan agar Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, segera turun tangan mengambil kebijakan khusus.

Ketua Aktivis Peduli Pendidikan Sumatera Selatan, Suparman Roman, menegaskan bahwa persoalan Seleksi Penerimaan Masuk Bersama (SPMB) 2025 untuk SMA Negeri telah mencapai titik kritis. Menurutnya, Herman Deru sebagai pemegang otoritas tertinggi tidak boleh melempar tanggung jawab kepada bawahan dan harus segera melakukan intervensi melalui diskresi gubernur.

“Fakta di lapangan, ada ratusan anak yang sampai hari ini belum mendapatkan sekolah tingkat SMA. Ini harus segera dicarikan solusi, jangan sampai ada anak di Palembang yang terhambat melanjutkan pendidikan,” kata Suparman, Sabtu (30/8/2025) usai mendapat keterangan dari Kemendikdasmen di Jakarta.

Suparman mengungkapkan, setiap tahun masalah penerimaan peserta didik baru (PPDB) selalu menimbulkan polemik akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Akibatnya, banyak siswa gagal mendapatkan sekolah meskipun telah mengikuti seleksi.

Ia menilai pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan perlu segera menghadirkan solusi konkret, salah satunya dengan penambahan rombongan belajar (rombel) di SMA negeri.

“Kita minta Gubernur turun tangan langsung. Pendidikan adalah hak anak bangsa, jangan sampai ada yang terabaikan hanya karena persoalan kuota,” tegasnya.

Suparman juga memperingatkan, jika dibiarkan berlarut-larut, persoalan ini dapat menimbulkan keresahan orang tua siswa, memperlebar ketimpangan dalam dunia pendidikan, dan memicu aksi protes dari para aktivis di Sumatera Selatan.

Menurutnya, saatnya janji politik dalam membangun sektor pendidikan dibuktikan dengan tindakan nyata, agar tidak terkesan sebatas lip service.

(H.Rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *