MEDIABBC.co.id, Palembang – Sebuah nazar yang awalnya hanya untuk 10 orang, berubah menjadi keberangkatan 64 orang ke Tanah Suci. Itulah yang terjadi di tubuh Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB), ketika program umroh internal organisasi itu resmi diberangkatkan dari Bandara Sultan Muhammad Badaruddin II, Kamis (26/2/2026).
Pelepasan rombongan dilakukan langsung oleh Dewan Pendiri PMPB, Syahrial Oesman. Di hadapan pengurus dan keluarga besar organisasi, mantan Gubernur Sumatera Selatan itu menyebut keberangkatan ini sebagai gelombang pertama.
“Hari ini saya mewakili Ketua Umum sekaligus sebagai pendiri melepas rombongan PMPB gelombang pertama berangkat ke Tanah Suci Mekkah,” ujarnya.
Namun yang menarik bukan sekadar seremoni pelepasan. Program ini lahir dari nazar Ketua Umum DPD PMPB Sumatera Selatan, M Yusuf Malaya. Ia sebelumnya berniat memberangkatkan 10 orang sebagai bentuk syukur jika mendapat kelapangan rezeki. Realisasinya jauh melampaui target.
“Awalnya hanya 10 orang. Tapi dalam dua bulan ini alhamdulillah bisa memberangkatkan 64 orang,” ungkap Yusuf.
Ke-64 peserta umroh merupakan pengurus dan kader yang dinilai telah menunjukkan loyalitas serta dedikasi membesarkan organisasi selama bertahun-tahun. Program ini disebut sebagai bentuk penghargaan internal, bukan agenda seremonial semata.
Syahrial memastikan seluruh administrasi dan kesiapan teknis rombongan telah tuntas sebelum keberangkatan.
“Semua sudah mendapatkan tiket, pengurusan bagasi selesai, perlengkapan siap. Bismillah kita berangkatkan,” tegasnya.
Momentum keberangkatan diwarnai suasana haru keluarga yang mengantar. Doa dipanjatkan agar rombongan tiba dengan selamat dan menjalankan ibadah dengan lancar.
Di tengah dinamika organisasi kemasyarakatan yang sering kali identik dengan agenda sosial dan politik, PMPB memilih pendekatan berbeda: memperkuat soliditas lewat ibadah bersama.
Pengamat organisasi lokal menilai langkah ini bukan sekadar perjalanan religi, tetapi juga strategi mempererat ikatan emosional antaranggota. Dengan jumlah peserta mencapai 64 orang dalam dua bulan, program ini tergolong masif untuk ukuran paguyuban daerah.
PMPB sendiri dikenal sebagai organisasi berbasis masyarakat Palembang yang aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan komunitas di Sumatera Selatan.
Keberangkatan gelombang pertama ini disebut bukan yang terakhir. Jika komitmen dan kemampuan finansial organisasi terus terjaga, bukan tidak mungkin program serupa akan berlanjut di masa mendatang.
Dari nazar sederhana, lahir keberangkatan satu rombongan besar. Sebuah pesan bahwa loyalitas, ketika dihargai, bisa menjelma menjadi perjalanan menuju Tanah Suci.( Rizal).












