MEDIABBC.co.id,Musi Banyuasin, — Dari kolam renang Musi Banyuasin, sebuah nama mencuat sebagai simbol semangat juang dan kebangkitan olahraga disabilitas daerah: Firmansyah, atau yang akrab disapa Obot, perenang andalan NPCI Kota Prabumulih. Dalam ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Sumatera Selatan V Tahun 2025, Obot sukses membawa pulang empat medali di empat nomor berbeda — torehan yang menegaskan dominasinya di lintasan air.
Rincian medali yang diraihnya:
🥇 Emas – 100 Meter Gaya Kupu-Kupu
🥈 Perak – 200 Meter Gaya Ganti
🥉 Perunggu – 100 Meter Gaya Punggung
🥉 Perunggu – 100 Meter Gaya Dada
Prestasi tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bukti bahwa pembinaan atlet disabilitas di daerah mulai menampakkan hasil nyata.
“Alhamdulillah, saya bangga bisa membawa medali untuk Prabumulih. Terima kasih kepada orang tua, pelatih, dan Ketua NPCI Sumsel Bapak Rian Yohwari atas dukungannya. Semoga renang disabilitas di Sumsel terus berkembang dan melahirkan lebih banyak atlet muda berprestasi,” ujar Obot penuh haru usai pertandingan.
Ketua NPCI Sumsel Rian Yohwari menilai capaian Obot menjadi sinyal positif bagi kebangkitan olahraga disabilitas di provinsi tersebut. Menurutnya, atlet-atlet seperti Obot menunjukkan bahwa talenta luar biasa bisa lahir dari pembinaan yang serius di tingkat kota dan kabupaten.
“Kami ingin menjadikan Sumsel sebagai lumbung atlet disabilitas nasional. Target kami jelas — tidak hanya berprestasi di Peparprov, tapi juga menembus Peparpenas hingga Paralympic,” tegas Rian.
Keberhasilan Obot juga membuka diskusi lebih luas mengenai pentingnya peningkatan fasilitas dan dukungan untuk atlet disabilitas. Di banyak daerah, keterbatasan sarana latihan masih menjadi hambatan utama.
Pelatih renang Coach Nazrin menekankan, dengan fasilitas dan pendampingan yang lebih baik, potensi atlet seperti Obot bisa berkembang hingga level nasional bahkan internasional.
“Mereka punya semangat luar biasa. Tinggal bagaimana pemerintah daerah dan lembaga olahraga memberi ruang dan dukungan berkelanjutan,” ujarnya.
Empat medali yang diraih Obot tidak hanya menambah pundi prestasi Prabumulih di Peparprov Sumsel 2025, tetapi juga menjadi simbol optimisme baru bagi olahraga disabilitas Indonesia. Dari daerah seperti Prabumulih, semangat juang dan kerja keras terus tumbuh — menegaskan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi di panggung nasional.(Rizal).










