Pakar HSI : Sebut Gejolak Politik Nasional Diduga Sarat Campur Tangan Asing, Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

MEDIABBC.co.id – Jakarta – Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Rasminto, menilai ketegangan politik yang belakangan ini meningkat bukan sekadar fenomena internal. Ia melihat adanya indikasi kuat keterlibatan kekuatan asing yang berupaya mengganggu stabilitas dan melemahkan konsolidasi bangsa Indonesia.

“Jika dianalisis dari sisi geopolitik, dinamika politik yang memanas ini tidak murni lahir dari faktor internal. Pola gerakan massa yang cepat, penggunaan isu sensitif yang dipelintir, hingga masifnya agitasi di media sosial menunjukkan adanya orkestrasi yang lebih besar. Ini konsisten dengan strategi asing yang memang tidak menginginkan Indonesia tampil sebagai negara yang damai dan maju,” ujar Rasminto di Jakarta, Jumat (29/8).

Menurutnya, salah satu ciri utama campur tangan pihak eksternal adalah sinkronisasi narasi yang tersebar di berbagai kanal digital, padahal tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Ia mencontohkan bagaimana isu ekonomi atau kebijakan negara kerap dipotong dan dibingkai sedemikian rupa sehingga menimbulkan keresahan publik.

“Provokasi semacam itu tidak terjadi secara alami. Ada pola produksi isu yang rapi dan terencana, lengkap dengan jejaring yang menyebarkan narasi secara masif. Ini yang saya sebut sebagai bagian dari ‘grand design’ asing untuk memecah fokus bangsa kita,” tegasnya.

Rasminto menambahkan, intervensi semacam ini umumnya menggunakan pendekatan nonkonvensional, bukan lagi melalui kekuatan militer, melainkan melalui perang informasi, infiltrasi ide, dan manipulasi emosi publik. Strategi ini sangat berbahaya karena mampu menciptakan instabilitas tanpa kekerasan langsung dari luar.

“Yang sedang kita hadapi adalah kolonialisme gaya baru. Bukan pendudukan wilayah, melainkan pendudukan pikiran dan kesadaran masyarakat. Jika kita tidak hati-hati, kita bisa terjebak dalam agenda mereka,” ucap Rasminto.

Ia menekankan bahwa di tengah situasi ini, Presiden Prabowo Subianto sedang berupaya serius membangun fondasi kemandirian nasional. Oleh karena itu, masyarakat harus memperkuat daya tahan sosial dengan cara tidak mudah terprovokasi, mengedepankan nalar kritis, dan menjaga persatuan nasional.

“Presiden sedang bekerja untuk membawa bangsa ini maju. Kewajiban kita sebagai warga negara adalah memastikan ruang publik tetap sehat, tidak terseret oleh hasutan, dan tetap berpijak pada kepentingan nasional. Hanya dengan begitu kita bisa menghadapi intervensi asing tanpa kehilangan arah sebagai bangsa,” pungkasnya.

(Kelana peterson)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *