Pasukan 08 Dorong Ekonomi Kerakyatan Lewat Inovasi Minyak Goreng Rumahan di Palembang

MEDIABBC.co.id, PALEMBANG – Agenda pelantikan pengurus DPC dan PAC Pasukan 08 se-Sumatera Selatan di Rumah Dinas Walikota Palembang, Minggu (16/11), berubah menjadi panggung gagasan besar organisasi itu dalam membangun ekonomi kerakyatan. Bukan sekadar seremoni, Pasukan 08 menegaskan kesiapan mereka mendukung program nasional Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya terkait ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.

Ketua Umum Pasukan 08, Alfian D. Septiandri, menyoroti langkah progresif DPW Palembang yang membuka pasar murah dan menggerakkan UMKM melalui produksi minyak goreng rumahan berbasis sistem “pertamini minyak”—inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan program seremonial, tapi gerakan nyata. Harga terjangkau, kualitas baik, dan langsung bersinergi dengan pelaku UMKM,” tegas Alfian. Ia menilai langkah tersebut merupakan contoh konkret bagaimana organisasi dapat berperan dalam stabilisasi harga kebutuhan pokok di tengah tekanan ekonomi.

DPP Pasukan 08 mengonfirmasi akan menggelontorkan dana khusus untuk memperluas produksi minyak goreng rumahan, tidak hanya di Sumsel tetapi juga ke wilayah Jabodetabek. Skema ini akan dikoordinasikan langsung oleh Ketua DPD Sumsel, M. Aminuddin.

Alfian menegaskan, “Program ini kami kembangkan untuk menghadirkan produk murah dan berkualitas. Ini model ekonomi rakyat yang bisa tumbuh dan memperkuat ketahanan pangan.”

Menanggapi dukungan tersebut, M Aminuddin memastikan bahwa DPD Sumsel siap menjalankan mandat DPP. Ia menekankan bahwa soliditas anggota menjadi kunci keberhasilan gerakan sosial ekonomi tersebut.

“Kami akan menjaga amanah Ketua Umum. Gerakan ini hanya bisa berhasil dengan kekompakan seluruh anggota. Kita bergerak cepat, menyentuh masyarakat lewat kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah terukur—dari pasar murah, pemberdayaan UMKM, hingga produksi minyak goreng rumahan, Pasukan 08 mengirim sinyal kuat bahwa mereka ingin hadir sebagai motor penggerak ekonomi akar rumput.

Inisiatif ini dinilai dapat menjadi model alternatif penguatan ekonomi lokal, terutama di tengah kebutuhan masyarakat akan harga pokok yang stabil dan program pengentasan kemiskinan yang lebih praktis serta langsung dirasakan.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *