Pemprov Sumsel Ultimatum Hiburan Malam: DA Club 41 Ditutup, Tak Ada Toleransi untuk Pelanggar Keamanan

MEDIABBC.co.id, PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akhirnya mengirim pesan keras yang tak bisa lagi ditawar: tempat hiburan malam yang menjadi sumber keresahan publik akan disikat tanpa kompromi. Diskotik DA Club 41 di Jalan Kol. H. Burlian, KM 7, Palembang, menjadi target pertama dalam langkah tegas tersebut.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, memastikan penutupan total tempat hiburan itu tinggal menunggu eksekusi di lapangan. Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan reaksi sesaat, melainkan akumulasi dari serangkaian insiden kekerasan yang dinilai sudah melewati batas toleransi.

“Ini bukan lagi soal pembinaan. Ini soal keselamatan masyarakat. Kalau sudah berulang kali terjadi kekerasan, artinya ada yang salah secara sistemik,” tegas Deru.

Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang masih memberi ruang evaluasi, kali ini Pemprov Sumsel memilih garis keras. Tidak ada lagi peringatan, tidak ada lagi negosiasi. Pemerintah secara terbuka menyatakan bahwa keamanan publik berada di atas kepentingan bisnis hiburan malam.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal peringatan bagi seluruh pelaku usaha sejenis di Palembang dan wilayah Sumsel. Pemerintah tidak akan segan menutup usaha mana pun yang terbukti menjadi sumber gangguan keamanan.

“Kalau ada yang masih coba-coba bermain di wilayah abu-abu, bersiaplah. Kami tidak akan ragu bertindak,” lanjut Deru dengan nada tegas.

Sementara itu, aparat kepolisian masih terus mengusut kasus terbaru yang terjadi di lokasi tersebut. Proses hukum berjalan paralel dengan langkah administratif pemerintah, menunjukkan bahwa pendekatan yang diambil tidak hanya represif secara kebijakan, tetapi juga menyasar aspek pidana.

Keputusan ini juga mencerminkan perubahan arah kebijakan daerah dalam menangani industri hiburan malam—dari sekadar pengawasan menjadi penertiban aktif. Pemprov Sumsel tampaknya tidak ingin lagi kecolongan oleh tempat usaha yang berulang kali menimbulkan masalah.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat, langkah ini diposisikan sebagai upaya pemulihan rasa aman. Namun di sisi lain, keputusan penutupan tanpa kompromi ini juga membuka babak baru: apakah ini awal dari penertiban besar-besaran industri hiburan malam di Sumatera Selatan? ( H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *