MEDIABBC.co.id, Palembang — Narasi besar tentang peran strategis generasi muda kembali mengemuka, namun kali ini dengan penekanan yang lebih tajam: pemuda tidak cukup hanya aktif berdiskusi, tetapi harus mampu melahirkan karya nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam forum Diskusi Kepemudaan bertajuk “Tunggu Aku Sukses Nanti: Energi Pemuda dalam Transformasi Kemajuan Daerah dan Negara” yang digelar di kawasan Bukit Kecil, Palembang, Minggu (12/04/2026).
Narasumber utama, Firdaus Hasbullah, menegaskan bahwa pola lama berkumpul tanpa arah sudah tidak relevan di tengah tantangan zaman saat ini. Ia mendorong agar setiap ruang diskusi pemuda bertransformasi menjadi laboratorium gagasan yang produktif.
“Organisasi itu bukan sekadar tempat berkumpul. Harus ada output yang jelas. Pemuda harus mulai menciptakan peluang usaha, menjadi entrepreneur, dan menghasilkan sesuatu yang bisa dirasakan manfaatnya,” tegas Firdaus.
Menurutnya, kekuatan pemuda terletak pada kemampuan beradaptasi dan keberanian mengambil risiko. Namun, tanpa eksekusi, ide-ide besar hanya akan berhenti sebagai wacana.

Dalam forum yang turut dihadiri berbagai elemen mahasiswa lintas kampus tersebut, Firdaus juga menyoroti pentingnya peran figur penggerak di tingkat akar rumput. Ia menilai sosok seperti Yan Coga memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem gerakan tetap hidup.
“Perlu ada yang menjaga semangat kolektif ini tetap menyala. Pemuda harus saling menguatkan, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Yan Coga menekankan bahwa tantangan terbesar pemuda saat ini bukan hanya soal keberanian bersuara, tetapi juga kemampuan menghadirkan solusi konkret.
“Sudah saatnya pemuda naik kelas. Tidak hanya kritis, tapi juga solutif. Kita ingin dari ruang-ruang seperti ini lahir gerakan nyata yang bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa komunitas yang dipimpinnya akan terus membuka ruang kolaborasi lintas kampus sebagai wadah penyatuan gagasan dan aksi sosial.
Diskusi ini menjadi sinyal bahwa arah gerakan kepemudaan mulai bergeser: dari sekadar ruang dialektika menuju eksekusi nyata. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, pemuda dituntut bukan hanya menjadi pengamat perubahan, tetapi pelaku utama yang mendorong kemajuan daerah dan negara.( H Rizal).













