MEDIABBC co.id, PALEMBANG – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus menggencarkan kampanye publik bertajuk “Cegah Terorisme, Tolak Radikalisme, dan Intoleransi” sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Selatan.
Kampanye ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan Polri untuk memperkuat ketahanan sosial dan menciptakan lingkungan yang aman dari pengaruh ideologi ekstrem.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi tumbuhnya paham radikal dan intoleran di Bumi Sriwijaya.
“Stabilitas keamanan bukan semata tanggung jawab polisi, tapi menjadi kepentingan bersama. Kami ajak masyarakat untuk berani menolak dan melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan yang mengarah pada radikalisme,” tegas Kombes Nandang dalam keterangannya, Sabtu (12/10/2025).
Upaya Polda Sumsel tidak hanya sebatas sosialisasi verbal. Kampanye dilakukan secara masif melalui media online, akun resmi kepolisian, hingga pemasangan baliho di titik-titik strategis di seluruh wilayah Sumsel. Bidhumas Polda Sumsel juga secara rutin menggelar kegiatan copy morning, doorstop interview, dan media gathering guna mempererat sinergi dengan insan pers.
Tak hanya itu, kemitraan strategis juga dibangun bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, hingga komunitas pemuda untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan toleransi antarumat beragama.
“Kami ingin masyarakat punya daya tangkal terhadap narasi-narasi provokatif yang bisa memecah belah persatuan. Media sosial jangan dijadikan corong kebencian. Gunakan secara bijak,” ujar Nandang.
Polda Sumsel menegaskan tidak akan kompromi terhadap pihak-pihak yang mencoba menyebarkan paham terorisme, radikalisme, dan intoleransi. Warga pun diminta untuk aktif melapor jika menemukan indikasi kegiatan yang mencurigakan.
“Kalau ada gerakan atau pertemuan mencurigakan di lingkungan Anda, segera laporkan. Jangan tunda. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Langkah-langkah ini sekaligus menjadi bentuk keseriusan Polda Sumsel dalam menjaga Sumatera Selatan tetap aman, damai, dan bebas dari pengaruh ideologi kekerasan yang mengancam keutuhan bangsa.(H Rizal).













