MEDIABBC.co.id – Jakarta, – Yayasan Bhakti Bela Negara (YBBN) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki manfaat yang jauh lebih besar dan nyata, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan implementasi. Manfaat tersebut mencakup peningkatan gizi anak sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua Dewan Pembina YBBN, Muhamad Fachry Anggara, menyampaikan bahwa MBG hadir sebagai solusi konkret atas masalah gizi yang krusial di Indonesia. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan prevalensi stunting masih berada di angka 21,6 persen, yang membutuhkan intervensi berkelanjutan.
“Melalui MBG, anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang yang tidak hanya mendukung tumbuh kembang, tetapi juga meningkatkan konsentrasi belajar di sekolah,” ujar Fachry.
Evaluasi Mutlak, Manfaat Jangan Diragukan
Fachry mengakui adanya isu-isu minor terkait kualitas layanan dan profesionalisme penyedia di lapangan. Ia menekankan bahwa hal tersebut harus segera diperbaiki.
“Memang kami tidak menutup mata, ada beberapa kejadian akibat kurang profesionalnya sebagian penyedia atau dapur MBG. Hal-hal seperti ini tentu tidak perlu terjadi,” tegasnya. “Namun kami yakin, melalui perbaikan yang berkelanjutan serta hadirnya peraturan yang lebih tegas, program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo akan semakin baik dan berdampak positif.”
Fachry mengajak semua pihak untuk bersatu demi kesuksesan program ini. “Kita sebaiknya rendah hati dan bergandengan tangan untuk menyukseskan program yang mulia ini. Keberhasilan program ini bukan hanya tentang membangun generasi sehat, tetapi juga menguatkan ekonomi rakyat kita,” pungkasnya.
MBG Pacu Ekonomi UMKM Lokal
Selain dampak langsung terhadap gizi anak, YBBN menyoroti multiplier effect MBG pada sektor ekonomi.
Ketua Harian DPP YBBN, Rival Achmad Labbaika, S.H., menegaskan bahwa program ini telah memberikan dampak positif bagi ribuan pelaku UMKM. Mulai dari petani, nelayan, hingga pedagang kecil, semuanya ikut merasakan perputaran uang dari pengadaan bahan pangan.
“Setiap sajian makanan bergizi dalam program MBG sebagian besar bersumber dari produk UMKM lokal. Ini artinya, uang yang berputar kembali ke masyarakat kecil, menciptakan lapangan kerja, dan menguatkan ketahanan pangan nasional,” terang Rival Achmad.
YBBN berpendapat bahwa evaluasi dan perbaikan, terutama dalam aspek distribusi, pengawasan kualitas, serta transparansi, harus terus dilakukan. Namun, menghentikan atau meragukan manfaat MBG justru akan merugikan masa depan anak-anak Indonesia dan pelaku UMKM yang kini merasakan peningkatan kesejahteraan.
“Yayasan Bhakti Bela Negara berdiri untuk memastikan bahwa setiap program yang menyentuh rakyat harus didukung dengan semangat gotong royong, pengawasan, dan perbaikan yang berkelanjutan. MBG adalah contoh nyata bahwa kebijakan negara bisa berdampak langsung bagi masa depan bangsa,” tutup Rival Achmad.
(Jack- dn)













