Ratusan Massa PEKAT Sumsel ! Kepung Kantor Dishub Sumsel, Tuntut Kadishub Mundur Atas Dugaan Pembiaran Truk Overload,Yang Menimbulkan Kemacetan.

MEDIABBC.co.id – Palembang – Ratusan massa yang tergabung dalam ormas Pekat 1B Sumatera Selatan menggelar aksi damai di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (24/9/2025). Mereka menuntut Kepala Dishub Provinsi Sumsel untuk dicopot dari jabatannya karena dinilai lalai dalam bekerja dan diduga menyalahgunakan wewenang.

Massa aksi menyoroti maraknya operasional truk bertonase besar, seperti truk kontainer, tangki CPO, dan angkutan batu bara yang melintas di jalur-jalur yang seharusnya dibatasi jam operasionalnya. Menurut koordinator aksi, pembiaran ini telah berlangsung bertahun-tahun dan menyebabkan kemacetan parah di Kota Palembang. Mereka juga menyebut, laporan dari masyarakat ke Dishub maupun Polrestabes tidak pernah ditindaklanjuti secara serius.

Aktivis yang hadir dalam orasi menyampaikan bahwa sebagai aparatur pemerintah, seharusnya Kepala Dishub menjaga integritas dan konsisten menegakkan aturan. Namun, mereka menduga pejabat yang paling bertanggung jawab dalam penegakan aturan ini justru menggunakan jabatannya untuk mengambil keuntungan pribadi.

Modus yang diduga dilakukan adalah membiarkan truk-truk tersebut masuk dan keluar Kota Palembang, khususnya di jalur Tanjung Api-api, Kompleks Pergudangan di Kalidoni, dan Jalan Nurdin Panji, di luar jam operasional yang telah ditentukan.

Selain itu, massa aksi juga mengaku telah melakukan investigasi dan menemukan adanya praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas di jalur-jalur tersebut. Praktik “setoran pengamanan” ini diduga menjadi alasan mengapa truk-truk tersebut bebas beroperasi tanpa penindakan. Hal ini dianggap melanggar beberapa peraturan, termasuk Permenhub RI No. 60 Tahun 2019 tentang Pengawasan Angkutan Barang dan Permenhub No. 13 Tahun 2024 tentang Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor.

Dalam aksinya, sempat terjadi dorong-dorongan antara massa dan aparat karena Kepala Dishub tidak berada di tempat. Massa meminta untuk bisa bertemu langsung dan menyampaikan tuntutan mereka.

Atas dugaan tersebut, Pekat 1B Sumsel mendesak Gubernur Sumatera Selatan untuk segera mengevaluasi dan mencopot Kepala Dishub dari jabatannya. Mereka menilai pejabat tersebut tidak mencerminkan figur yang amanah dan telah mengkhianati sumpah jabatannya.

Massa aksi ditemui Kabid angkutan Fansuri menyampaikan kepada massa aksi untuk menyampaikan tuntutan masuk dan duduk bersama ,ia menyampaikan akan memfasilitasi agar bisa bertemu langsung dengan kepala dinas dalam waktu dekat,ia juga menyampaikan terimakasih atas   infor masih yang disampaikan sebagai kontrol sosialnya.

 

Aksi damai ini diharapkan menjadi perhatian publik, terutama bagi Gubernur Sumatera Selatan, agar dapat mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang telah merugikan masyarakat.

(Jack)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *