Ribuan Mahasiswa Sumatera Selatan, Tergabung Dalam AKSI Penolakan RUU TNI dan Hampir RICUH .

Ribuan Mahasiswa Sumatera Selatan, Tergabung Dalam AKSI Penolakan RUU TNI dan Hampir RICUH,

MEDIABBC.co.id – PALEMBANG,Aksi unjuk rasa Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumatera Selatan (Sumsel) di depan Kantor DPRD Provinsi Sumsel pada Selasa (25/3/2025) nyaris berujung ricuh
Para demonstran memaksa masuk ke dalam gedung DPRD, hingga terjadi aksi saling dorong dengan aparat keamanan.

Sebelumnya, massa mahasiswa dari berbagai universitas di Palembang menggelar aksi di Simpang Lima DPRD Sumsel sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka membakar ban dan berorasi menolak revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) yang telah disahkan DPR RI
Setelahnya, massa bergerak ke depan Kantor DPRD Sumsel dan berusaha menerobos barisan aparat keamanan yang berjaga. Upaya memaksa masuk ini memicu aksi dorong-mendorong, menyebabkan beberapa mahasiswa hampir terjatuh dari tangga gedung.

Tak berhasil masuk, mahasiswa kembali membakar dua ban bekas mobil dan motor yang mengakibatkan kepulan asap hitam menyelimuti area sekitar.

Salah satu koordinator aksi, Wirandi, dalam orasinya menyatakan bahwa
Pada hari ini kami datang untuk memperjuangkan hak-haknya Masyarakat sipil Guna Menolak UU-TNI

“Dan kami mengutuk Keras Oknum Aparat Kepolisian yang telah melukai seluruh mahasiswa se-Indonesia yang telah berjuang menyuarakan kebenaran,” tegasnya.

Hingga pukul 14.00 WIB, tak ada perwakilan DPRD Sumsel yang menemui massa aksi. Hal ini kembali memicu ketegangan, dan mahasiswa kembali mencoba menerobos masuk.

Aparat keamanan berupaya meredam emosi demonstran dengan mengimbau agar tetap tenang.

“Kami hanya ingin masuk ke gedung yang dibangun dari pajak rakyat, tetapi kami tidak diperbolehkan,” ujar salah seorang mahasiswa.

Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, akhirnya menemui massa dan mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi mereka.

“Kami sudah menunggu dari pagi untuk menerima aspirasi kalian. Kami akan meneruskan tuntutan ini ke pemerintah pusat,” ujar Andie.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk menggugat RUU TNI ke Mahkamah Konstitusi (MK) jika merasa keberatan.

Senada dengan Andie, Wakil Ketua DPRD Sumsel, Nopianto, menyatakan kesiapannya memfasilitasi mahasiswa dalam menyampaikan tuntutan mereka ke pemerintah pusat.

“Kami siap memberikan rekomendasi dan mendampingi adik-adik menyampaikan aspirasi ini ke DPR RI,” ujar politisi Partai Nasdem tersebut.

Setelah mendapat kepastian bahwa tuntutan mereka akan diteruskan, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.Muklis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *