MEDIABBC.co.id – JAKARTA – Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) sudah konsisten selama 51 pekan (2024-2025) berbagi hingga ribuan boks nasi dan air mineral botol ke semua kalangan di kawasan Jabodetabek. Bahkan telah mensolidkan baik dari pengurus komunitas yang masih aktif sebagai wartawan maupun purna tugas sebagai donatur tetap.
Karena diyakini sebagai bentuk ibadah sosial, dimana dapat membangkitkan sikap peduli terhadap sesama alias penerima manfaat, maka PJBW ingin dimaksimalkan eksistensinya ditengah kehidupan masyarakat. Bukan tidak mungkin donasi yang dihimpun bukan hanya untuk penyediaan makanan dan minuman saja.
Ada keinginan dari penggerak PJBW pada tahun kedua (2025-2026), bakal memulai bersedekah dalam bentuk diluar makanan dan minuman. Apa saja di antaranya? Bisa dalam bentuk Al-Qur’an, sarung atau sajadah untuk keperluan sholat.

Sasarannya adalah untuk didistribusikan atau diberikan ke masjid/mushola, yayasan yatim piatu maupun tempat atau lembaga yang tepat sasaran. Setidaknya, barang-barang yang akan disedekahkan, punya nilai ibadah yang bakal terus mengalir. Diskusi dan obrolan kecil Admin/Penanggungjawab dengan para Penasehat PJBW, sudah dilakukan beberapa bulan sebelumnya.
“Jika itu bakal punya nilai ibadah dan manfaat lain, kenapa tidak? Iya, tinggal direalisasikan saja. Yang terpenting harus tepat sasaran. Dan, donasi pun harus ditingkatkan dengan menjaring lebih banyak wartawan atau dari profesi-profesi lain sebagai bentuk kolaborasi,” tegas Agus Santosa, Admin/Penanggungjawab PJBW.

Kedua Penasehat PJBW, baik Yon Parjiono maupun Kelana Muda, telah menyatakan setuju dan siap mendukung terkait rencana di atas. Hal tersebut, menurut keduanya, bisa direalisasikan pada tahun kedua perjalanan PJBW pada awal 2026 mendatang.
SAMBANGI LAGI YAYASAN CAHAYA ALAM DI JAKTIM
Pada pelaksanaan berbagi di pekan ke-51 (Jumat 21 Nopember 2025), Tim PJBW kembali menyambangi Rumah Yayasan Cahaya Alam yang ada di kawasan Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur. Sebanyak 40 boks nasi dan 2 dus air mineral botol pun, diserahkan untuk anak-anak yang diasuh di Yayasan tersebut.
Kedua petugas piket masing – masing bernama Syahril dan Nia, menerima kembali kedatangan Tim PJBW. Bahkan menyempatkan untuk foto bersama sebagai bukti distribusi makanan dan minuman sudah diterima secara resmi. Selanjutnya, keliling wilayah yang mayoritas di Jakarta Timur.
Saat keliling wilayah menemui puluhan penerima manfaat. Mulai dari kaum rentan, keluarga prasejahtera, pedagang sampai ke pekerja serabutan dan kalangan pemulung. Mereka sebagian besar mengaku baru pertama kali ketemu PJBW yang sudah hampir setahun keberadaannya di masyarakat.
Ketika memasuki wilayah Cakung, Jakarta Timur langsung bertemu Pak Irwan (pemulung). Berlanjut berbagi ke Pak Rizal dan Pak Abdul Karim (keduanya pedagang) di lampu merah Taman Viaduk ByPass Jatinegara. Juga Bang Heri (kaum rentan) di Jalan DI Panjaitan.
KEMBALI SASAR PENERIMA MANFAAT DI KAWASAN BKT
Tak berselang lama, Tim PJBW harus melaksanakan sholat Jum’at terlebih dahulu. Lalu, keliling lagi menemui Ibu Salmah (pedagang kopi) dan Bang Fikri (Supeltas) di daerah BKT Cipinang Muara. Termasuk Pak Yono dan Ibu Yuni (perawat taman), juga di kawasan yang sama.
Pak Halimin (pedagang pintu) di sekitar Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Pak Kholil (penjual sepeda bekas), Bang Ayip (kaum rentan) serta Ibu Fatimah (keluarga prasejahtera) di wilayah Gang Remaja IV Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, yakni sebagai penutup berbagi 100-an boks nasi dan 5 dua air mineral botol.
Namun sebelum menuju wilayah Jakarta Timur, Tim PJBW telah berbagi lebih dulu kepada Pak Fauzi (tukang rongsokan), Pak H Jono (pedagang kerupuk), Pak Sukma dan istri (pengamen badut), Pak Yuskar (pedagang bensin eceran) dan Bang Adam (pedagang mainan anak-anak) serta Mas Pur (pedagang kacang). Mereka ditemui di wilayah Perumahan Villa Gading Harapan, Kebalen, Babelan, Bekasi.
Selain itu berbagi pula ke Bang Hasbul dan Bang Arman (Ojol), Bang Dede (tukang parkir), Pak Tasro (pedagang kaos kaki), Pak Fadil (pedagang minuman gula aren. Mereka disasar di seputaran wilayah Sumarecon, Kota Bekasi.
Termasuk ketemu dengan Ibu Fatmah (pedagang es), Pak Ahmad (penjual tape keliling, juga Pak Basir (kaum rentan) di wilayah jalan raya antara Sumarecon (Bekasi Kota) ke Cakung (Jakarta Timur).
(Kelana Peterson)












