MEDIABBC.co.id, Palembang – Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan terus mematangkan persiapan menjelang pelantikan pengurus PMPB Sumsel pada 14 Februari 2026.

Salah satu fokus utama adalah penguatan Satuan Tugas (Satgas) melalui pelatihan dan konsolidasi internal terpadu.
Pelatihan melibatkan Satgas, Tim Rescue, dan Srikandi PMPB Sumsel, sebagai langkah strategis untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran seluruh rangkaian acara yang akan dihadiri pengurus PMPB dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Sekretaris Jenderal PMPB Sumsel, Sopan Sofian, menegaskan bahwa Satgas merupakan sayap strategis organisasi yang sejak awal dipersiapkan secara serius.
“Satgas tidak hanya kami siapkan dari sisi jumlah, tetapi juga secara teknis, disiplin, dan pemahaman struktur komando. Ini penting agar pelantikan berjalan tertib, aman, dan terkoordinasi,” ujar Sopan, Selasa (1/2/2026).
Menurutnya, pelatihan gabungan tersebut meliputi penguatan disiplin organisasi, pengamanan internal, pengaturan massa, hingga kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.
“Pelantikan ini bukan agenda kecil. Karena itu seluruh unsur Satgas harus profesional, solid, dan mengedepankan etika organisasi,” tegasnya.

Panglima PMPB Sumsel, Zainudin atau Mang Zai, menekankan bahwa Satgas merupakan garda terdepan sekaligus wajah organisasi dalam setiap agenda besar.
“Satgas adalah representasi langsung PMPB di lapangan. Mereka harus disiplin, patuh komando, dan menjaga marwah organisasi. Pelatihan ini bukan formalitas, tapi pembentukan karakter dan tanggung jawab,” kata Mang Zai.
Ia menambahkan, latihan gabungan Satgas Rescue dan Srikandi merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum M Yusuf Malaya, agar satuan tugas benar-benar mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh undangan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PMPB Sumsel memiliki Satgas yang tertib, terlatih, dan siap bersinergi dengan semua pihak,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Srikandi PMPB Sumsel, Lili Sari, menegaskan bahwa keterlibatan Srikandi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari sistem pengamanan dan pelayanan selama pelantikan.
“Srikandi PMPB siap mendukung penuh pengamanan pelantikan dengan mengedepankan sikap humanis, ramah, dan sigap. Kami hadir untuk membantu menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh tamu undangan,” ujar Lili Sari.
Ia menambahkan, Srikandi PMPB juga dibekali kesiapsiagaan dalam membantu penanganan kondisi darurat ringan serta pengaturan tamu perempuan dan keluarga besar organisasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan PMPB tidak hanya solid, tetapi juga profesional dan siap mengambil peran strategis dalam setiap agenda besar organisasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen PMPB Sumsel juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum PMPB, M. Yusuf Malaya, yang belum dapat hadir langsung dalam kegiatan pelatihan dan konsolidasi.
“Ketua Umum menitipkan pesan agar seluruh jajaran, khususnya Satgas, tetap solid, disiplin, dan fokus menyukseskan pelantikan 14 Februari 2026,” kata Sopan.
Selain pelatihan, Satgas PMPB Sumsel juga telah melakukan pemetaan lokasi dan koordinasi teknis pengamanan, dengan menegaskan bahwa seluruh pergerakan tetap berada dalam koridor organisasi dan hukum yang berlaku.
“Tidak ada tindakan di luar komando. PMPB adalah organisasi yang tertib dan bertanggung jawab,” pungkas Sekjen.
Sementara itu, Bendahara Umum PMPB Sumsel, Hilda, menambahkan bahwa PMPB juga memberi perhatian pada aspek sosial.
“Bagi keluarga besar anggota PMPB yang sakit silahkan bawa ke RS Graha Mandiri jika belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), akan kami bantu proses pembuatannya,” ujarnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, PMPB Sumsel optimistis pelantikan pengurus pada 14 Februari 2026 akan berlangsung aman, tertib, dan menjadi momentum konsolidasi besar organisasi di Sumatera Selatan.











